Media Kampung, Sumba Barat Daya – Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu pagi, 04 Oktober 2026. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk sebuah sekolah dasar dan dua rumah warga.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, hingga pukul 08.40 WIB, kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah dengan kategori kerusakan sedang. Selain itu, ada satu orang yang mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut.
Kerusakan dilaporkan terjadi di wilayah Pero Konda, Sumba Barat Daya, yang mencakup SD Islam dan dua rumah warga. Rata-rata tingkat guncangan dirasakan pada skala IV hingga VI MMI.
BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan terus melakukan monitoring dan survei dampak gempa bumi. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan juga menyatakan bahwa pihaknya akan memantau aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Desa Weepangali, Fransiskus Umbu Gete, mengungkapkan bahwa gempa tersebut merusak sekitar 10 rumah warga di desanya, yang tersebar di dua dusun. Meskipun tidak ada korban jiwa, situasi ini membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Warga masih dalam keadaan trauma akibat gempa sebelumnya di Flores, sehingga kejadian ini menambah ketegangan. Pihak BPBD setempat masih melakukan pendataan dan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kerusakan yang terjadi di daerah tersebut.
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak dan tetap tenang, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.














