Media Kampung – WASHINGTON – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat belum mengambil langkah serupa Senat dalam melarang anggota dan staf mereka bertransaksi di prediction market, meskipun platform seperti Kalshi dianggap membuka celah potensi penyalahgunaan informasi orang dalam.
Senat AS pada April 2026 lalu secara bulat menyetujui resolusi yang melarang senator dan stafnya berpartisipasi dalam prediction market. Kekhawatiran utama adalah bahwa anggota kongres dapat memanfaatkan akses terhadap informasi rahasia untuk bertaruh pada hasil sidang atau kebijakan tertentu.
Di sisi lain, DPR melalui Komite Administrasi DPR baru mengajukan rancangan undang-undang yang melarang anggota menggunakan prediction market. Ketua komite, Bryan Steil (R-Wis.), mengatakan kemungkinan voting lantai akan dilakukan tahun ini, bisa bersamaan dengan aturan pembatasan perdagangan saham anggota kongres. Namun, ia tidak bisa memastikan kapan tepatnya.
Steil menilai perubahan undang-undang lebih baik daripada sekadar perubahan aturan internal DPR. Namun, jalur legislatif memerlukan persetujuan Senat juga, yang belum tentu mudah. Sementara itu, Partai Demokrat mencurigai lambatnya langkah DPR sebagai bentuk ketidaksungguhan Partai Republik.
Prediction market seperti Kalshi memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa, termasuk apakah saksi akan mengucapkan kata-kata tertentu dalam sidang Senat. Hal ini membuka peluang bagi anggota atau staf yang mengetahui agenda sidang untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan DPR akan menyetujui larangan tersebut. Publik dan pengamat etik terus mendesak agar langkah serupa Senat segera diambil guna menjaga integritas lembaga legislatif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan