Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB), berkomitmen menghapus stigma bahwa penyakit kulit seperti kudis adalah hal wajar di pondok pesantren. Langkah strategis yang diambil adalah mempercepat pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di seluruh pesantren di wilayahnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes-KB Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan bahwa lingkungan pesantren masih menghadapi tantangan besar terkait penyakit menular berbasis lingkungan. Faktor pemicunya antara lain asrama yang padat, minimnya ventilasi, dan kurangnya pencahayaan alami, yang menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Agus menyebutkan bahwa kudis menjadi keluhan yang sangat umum di kalangan santri, bahkan sering dianggap sebagai hal yang ‘wajar’ bagi santri baru. Padahal, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan diobati dengan layanan kesehatan yang memadai.
Poskestren diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi santri, sekaligus memutus rantai penularan penyakit. Dengan adanya Poskestren, diharapkan stigma bahwa penyakit kulit adalah hal lumrah di pesantren dapat dihilangkan.
Pemkab Sampang menargetkan pembentukan Poskestren di setiap pondok pesantren secara bertahap. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan