Media Kampung – PT Toyota – Astra Motor (TAM) telah mengungkapkan hasil pengujian penggunaan solar jenis B50 pada kendaraan diesel mereka, khususnya Toyota Fortuner. Uji coba ini dilakukan untuk menilai performa mesin dan dampak penggunaan bahan bakar yang mengandung 50 persen campuran nabati tersebut.
Direktur Pemasaran PT TAM, Bansar Maduma, menyatakan bahwa pengujian telah dilakukan hingga menempuh jarak 50 ribu kilometer tanpa menemukan kendala berarti. Salah satu aspek yang diperhatikan adalah kondisi komponen penyaring bahan bakar setelah penggunaan Solar B50 secara konsisten.
“Sejauh ini, kami belum menemukan adanya kendala sama sekali,” ujar Bansar saat ditemui di ICE BSD City, Tangerang. Meski demikian, pihak Toyota tetap menyarankan pelanggan untuk melakukan perawatan kendaraan sesuai buku servis guna menjaga performa mesin.
Selain pengujian Solar B50, Toyota Indonesia juga menyatakan kesiapan produknya dalam menggunakan bahan bakar bensin dengan campuran etanol sebesar 10 persen (E10). “Produk kami sudah kompatibel untuk E10,” tambah Bansar.
Penggunaan bahan bakar terbarukan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program mandatori biodiesel yang digalakkan pemerintah Indonesia, termasuk implementasi B50 yang diawasi langsung oleh Presiden Joko Widodo dan pejabat terkait seperti Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai basis produksi kendaraan Toyota di Indonesia juga telah menyesuaikan produknya agar kompatibel dengan bahan bakar biosolar B7 dan bensin dengan campuran etanol hingga 100 persen (E100). Pada gelaran pameran otomotif GIIAS 2026, Toyota menampilkan sejumlah model kendaraan yang siap menggunakan bahan bakar alternatif tersebut.
Langkah ini menunjukkan komitmen Toyota Indonesia dalam mendukung penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas dan performa kendaraan diesel maupun bensin.














Tinggalkan Balasan