Media Kampung, Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan peningkatan kapasitas Dermaga Ketapang di Banyuwangi sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemacetan kendaraan logistik yang sering terjadi di jalur menuju pelabuhan. Upaya ini fokus pada pembenahan Dermaga Bulusan dan Dermaga Landing Craft Machine (LCM) yang berada di lahan milik Pemprov Jatim.

Perbaikan Dermaga Bulusan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa Pemprov telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk memperbaiki Dermaga Bulusan. Dermaga ini selama ini berfungsi sebagai lokasi bongkar muat kapal pengangkut truk besar, namun operasionalnya terbatas akibat kerusakan fasilitas dolphin yang disebabkan oleh tabrakan kapal.

Baca juga:

Emil menambahkan bahwa koordinasi antara Dinas Perhubungan dan Syahbandar sangat penting untuk membahas pembenahan fasilitas dolphin agar kerusakan yang sama tidak terulang kembali.

Peningkatan Kapasitas Dermaga LCM

Selain Dermaga Bulusan, pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas Dermaga LCM yang berperan sebagai tulang punggung penyeberangan kendaraan logistik. Saat ini, dermaga tersebut melayani tiga titik sandar kapal dan direncanakan akan bertambah menjadi empat titik sandar untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Peningkatan struktur Dermaga LCM baru akan dilakukan setelah pembangunan Dermaga Ponton menjadi MB 5 oleh PT ASDP Indonesia Ferry selesai, agar konstruksi tidak mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Bali.

Baca juga:

Pembangunan Dermaga MB 5 dan Dukungan Pemkab Banyuwangi

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyampaikan bahwa pembangunan Dermaga MB 5 masih berlangsung dan ditargetkan rampung sebelum Idulfitri 2027. Kapasitas dermaga ini akan meningkat dari 30 ton menjadi 50 ton sehingga mampu melayani kendaraan logistik yang lebih besar.

Di luar kawasan pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan peningkatan fasilitas penunjang. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengungkapkan bahwa Pemkab akan memperluas Terminal Sri Tanjung sebagai kantong parkir truk serta meningkatkan fungsi Jalur Lingkar Ketapang sebagai jalur alternatif saat terjadi kepadatan lalu lintas.

Kolaborasi Antar Pihak untuk Solusi Berkelanjutan

Emil Dardak menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Jatim, PT ASDP, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mencari solusi untuk mengatasi permasalahan lalu lintas di Pelabuhan Ketapang. Semua pihak berkomitmen untuk menatap ke depan demi kelancaran arus logistik dan peningkatan pelayanan pelabuhan.

Baca juga:

Peningkatan kapasitas dermaga ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi kendala di jalur logistik Pelabuhan Ketapang.