Media Kampung, Bali – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak saat menjadi pembicara dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Selasa (23/9/2026).
Dalam forum internasional yang dihadiri oleh polisi wanita dari berbagai negara tersebut, Veronica mengungkapkan bahwa tantangan dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, termasuk kekerasan berbasis online, merupakan persoalan global yang membutuhkan kerja sama erat antarinstansi dan negara.
Penguatan Layanan Terintegrasi bagi Korban Kekerasan
Veronica Tan menyoroti perkembangan teknologi yang membuat kasus kekerasan semakin kompleks karena dapat terjadi secara daring dan melintasi batas negara dengan cepat. Oleh karena itu, dia mendorong sistem layanan yang terintegrasi agar korban tidak perlu mendatangi berbagai lembaga secara terpisah untuk mendapatkan perlindungan.
“Jangan biarkan korban itu datang ke setiap meja atau institusi, tapi bagaimana kita membuat ruang aman dan berperspektif supaya korban dilayani satu pintu,” ujarnya.
Wamen PPPA juga mengapresiasi sinergi yang sudah terjalin antara Kementerian PPPA dengan Kepolisian Republik Indonesia, termasuk pengembangan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan korban secara holistik.
Respons Positif dari Kepolisian
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan penguatan kolaborasi yang disampaikan Wamen PPPA. Ia menilai forum IAWP menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas dan kerja sama polisi wanita dalam menghadapi tantangan kejahatan yang semakin kompleks dan tanpa batas geografis.
“Polri menyambut positif penguatan kolaborasi ini. Tantangan kejahatan saat ini semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara, sehingga diperlukan pelayanan yang cepat, humanis, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan korban,” ujarnya.
Manfaat Pertukaran Pengalaman dalam IAWP
Trunoyudo menambahkan bahwa pertukaran pengalaman antar polisi wanita dari berbagai negara dalam IAWP dapat memperkuat jaringan kerja sama kepolisian internasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang menjadi kelompok rentan.
Kolaborasi lintas sektor yang diperkuat diharapkan dapat menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif dan responsif dalam menghadapi kasus kekerasan, sekaligus memberikan ruang aman bagi korban untuk mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang komprehensif.















Tinggalkan Balasan