Media Kampung – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global mulai 12 hingga 16 Agustus 2026. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja muda Indonesia agar memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Program SMK Go Global untuk Tenaga Kerja Migran

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyatakan bahwa SMK Go Global merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja di luar negeri. Program ini menargetkan 500.000 calon pekerja migran, terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 peserta dari masyarakat umum.

Baca juga:

Pelatihan diberikan tidak hanya pada keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya, disiplin kerja, serta pengetahuan tentang hak dan kewajiban pekerja migran. Beberapa bidang prioritas meliputi kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, dan pelatihan bahasa asing seperti Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea.

Bidang dan Negara Tujuan Penempatan

Pemerintah telah memetakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan sektor dan negara tujuan. Sektor hospitality menjadi kontributor terbesar dengan target penempatan lebih dari 14.000 orang ke negara-negara seperti Turki, Malaysia, Arab Saudi, dan kawasan Eropa Timur. Sektor kesehatan ditargetkan mencapai hampir 13.000 orang ke Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

Selain itu, sektor manufaktur, agrikultur, konstruksi, sea based, dan transportasi juga disiapkan sesuai kebutuhan negara tujuan, seperti Korea Selatan, Qatar, Malaysia, dan Jepang. Pemetaan ini memastikan kompetensi peserta relevan dengan permintaan pasar kerja luar negeri.

Baca juga:

Persyaratan dan Mekanisme Pendaftaran

Pendaftaran tahap pertama dibuka mulai 12 hingga 16 Agustus 2026 melalui kanal resmi KP2MI dan 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia. Calon peserta harus berusia minimal 18 tahun dan melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan sehat, serta dokumen pendukung lain seperti ijazah dan surat pernyataan bersedia mengikuti pelatihan dan bekerja ke luar negeri.

Mukhtarudin mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi tidak resmi dan hanya mengikuti proses pendaftaran melalui kanal resmi pemerintah guna menjaga transparansi dan akses yang adil bagi seluruh peserta.

Menyiapkan Talenta Indonesia untuk Pasar Kerja Global

Melalui program Asta Mandala SMK Go Global, pemerintah ingin memastikan setiap calon pekerja migran memiliki kompetensi dan kesiapan yang memadai sesuai standar negara tujuan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah pola penempatan tenaga kerja migran menjadi tenaga kerja terampil yang mampu bersaing dan meningkatkan kesejahteraan.

Baca juga:

Program ini menjadi langkah strategis dalam transformasi sumber daya manusia Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan pasar kerja global secara resmi dan kompeten, membuka lebih banyak peluang kerja yang layak dan berkelanjutan bagi generasi muda.