Media Kampung, Pandeglang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang tengah melakukan identifikasi langsung terhadap lahan pertanian di Kelurahan Pagadungan yang mengalami puso akibat kekeringan dan krisis air. Langkah ini diambil sebagai upaya awal untuk menentukan prioritas penanganan serta memberikan bantuan yang tepat bagi para petani terdampak.
Kepala DPKP Pandeglang, Tanti Yulianti, menyatakan bahwa dinas mengimbau para petani untuk segera melaporkan kondisi lahan mereka melalui kelompok tani dan penyuluh pertanian. Laporan tersebut menjadi dasar bagi DPKP untuk memetakan titik-titik kekeringan, meninjau kondisi sumber air, dan mengidentifikasi kerusakan saluran irigasi sebelum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan.
Identifikasi Lahan dan Kondisi Sumber Air
Tim DPKP masih berada di lapangan untuk mengecek kondisi sawah secara langsung. Hasil sementara menunjukkan bahwa kondisi setiap lahan berbeda, dimana sebagian masih memiliki sumber air yang memadai, sementara yang lain mengalami kerusakan pada sumber atau jaringan distribusi air. Hal ini menjadi perhatian penting dalam merancang penanganan yang sesuai.
Tanti juga menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan jaringan irigasi terbagi antara DPKP yang mengelola irigasi tersier dan instansi pekerjaan umum yang menangani saluran lainnya. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar perbaikan dapat berjalan efektif.
Persyaratan Bantuan dan Peran Kelompok Tani
Untuk jaringan irigasi yang masuk dalam kewenangan DPKP, bantuan perbaikan dapat diberikan apabila petani memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku. Tanti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempermudah proses ini agar bantuan dapat segera disalurkan pada tahun 2026.
Selain itu, DPKP mendorong petani untuk memperkuat kelembagaan melalui kelompok tani. Kelompok tani memudahkan pendataan petani sekaligus menjadi jalur resmi penyaluran program bantuan. Petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani berisiko tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Kondisi Petani dan Tantangan yang Dihadapi
Para petani di Pagadungan saat ini menghadapi tantangan berat akibat kemarau panjang yang menyebabkan sawah mereka puso. Selain kekeringan, serangan hama ganjur juga memperparah kondisi tanaman. Kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi menambah beban biaya produksi, sementara hasil panen yang hilang mengancam pendapatan petani.
Situasi ini menuntut pemerintah untuk tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memberikan kepastian terkait sumber air, perbaikan jaringan irigasi, dan akses bantuan yang memadai agar risiko puso tidak berulang di masa mendatang.
Upaya Pemerintah dan Harapan Petani
Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui DPKP berupaya maksimal mengatasi masalah kekeringan dan kerusakan irigasi di Pagadungan. Dengan identifikasi yang akurat dan koordinasi yang baik, diharapkan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat mendorong pemulihan produksi pertanian.
Petani diharapkan aktif melaporkan kondisi lahan dan memastikan data mereka tercatat dalam sistem informasi penyuluhan pertanian, agar program pemerintah dapat tersalurkan secara akuntabel dan transparan.
Langkah-langkah ini menjadi kunci untuk mengatasi persoalan sawah puso sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pandeglang.












Tinggalkan Balasan