Media Kampung, Tangerang – Kota Tangerang menghadapi tantangan serius dengan tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang mencapai 12.675 orang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka ini merupakan yang tertinggi di wilayah Tangerang Raya, mengungguli Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
Angka Pengangguran Sarjana di Tangerang
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka lulusan sarjana di Kota Tangerang sebesar 7,05 persen dari total 179.900 angkatan kerja berpendidikan tinggi. Secara keseluruhan, pengangguran berpendidikan tinggi di Tangerang Raya berjumlah 20.878 orang, dengan Kota Tangerang menjadi kontributor terbesar.
Upaya Dinas Ketenagakerjaan dalam Mengatasi Pengangguran
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mengadakan berbagai program pelatihan kerja yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja. Program pelatihan meliputi bidang content creator, kewirausahaan, dan peningkatan kompetensi khusus untuk generasi muda (Gen Z).
Salah satu strategi utama Disnaker adalah pelaksanaan On The Job Training (OJT) atau magang industri, yang bertujuan menyesuaikan kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri. Selain itu, Disnaker juga menyediakan pelatihan untuk pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor otomotif dan servis AC.
Kolaborasi dan Penempatan Kerja
Disnaker Kota Tangerang menggandeng institusi pendidikan, sektor industri, dan Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk mengadakan job fair, magang, hingga penempatan tenaga kerja, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri. Kepala Disnaker, Ujang Hendra Gunawan, menyatakan bahwa berbagai program ini telah berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran sejak masa jabatannya.
Tantangan yang Dihadapi
Meski program pelatihan telah dijalankan, tantangan utama masih berupa ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja (skill mismatch). Disrupsi teknologi dan perubahan pola kerja juga mempersempit peluang kerja tradisional.
Selain itu, terdapat perbedaan data antara BPS dan tracer study Dikdasmen yang membuat evaluasi pengangguran dan efektivitas program menjadi kompleks.
Alokasi Anggaran dan Efektivitas Program
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,92 miliar untuk program pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, sekitar 13,7 persen dari total anggaran Dinas sebesar Rp28,60 miliar pada tahun 2026. Anggaran khusus untuk job fair mencapai Rp676,67 juta.
Kepala Disnaker menilai serapan program dapat dilihat dari keberhasilan kegiatan seperti job fair, namun belum disampaikan data realisasi serapan anggaran pelatihan dan dampaknya terhadap produktivitas tenaga kerja secara rinci.
Kesimpulan
Pengangguran sarjana di Kota Tangerang masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Upaya pemerintah melalui pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai pihak menunjukkan hasil positif, namun kebutuhan akan penyesuaian kompetensi dan keterlibatan industri lebih lanjut sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini secara efektif.














Tinggalkan Balasan