Media Kampung, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama organisasi Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) melakukan kajian terhadap strategi graduasi sebagai upaya mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos untuk mencapai kemandirian secara berkelanjutan. Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi program pengentasan kemiskinan yang tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan penerima secara bertahap dan terukur.

Evaluasi Program Pengentasan Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa perintah Presiden RI adalah mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program, termasuk Sekolah Rakyat maupun bantuan sosial. Oleh karena itu, Kemensos terus mengevaluasi efektivitas program yang dijalankan, terutama mengenai peran pendamping sosial yang berfungsi membantu KPM bertransformasi menjadi keluarga mandiri.

Baca juga:

Agus Jabo menambahkan pentingnya perubahan pola pikir pendamping sosial agar fokus pada pengentasan kemiskinan, tidak hanya berada pada zona nyaman pendampingan reguler. Pendampingan intensif dan terarah menjadi kunci agar penerima bansos dapat keluar dari ketergantungan bantuan.

Pendekatan Graduasi sebagai Model yang Terukur

BRAC memperkenalkan pendekatan graduasi yang telah berhasil diterapkan di berbagai negara sebagai model pemberdayaan yang terstruktur. Pendekatan ini menekankan proses peningkatan kesejahteraan secara bertahap, dengan intervensi berurutan dan batas waktu yang jelas, disertai pendampingan intensif.

Konsep utama strategi graduasi BRAC dirangkum dalam komponen ABC, yaitu asset (aset), basic needs (kebutuhan dasar), dan coaching (pendampingan). Abdurrahman Syebubakar, Country Lead BRAC Indonesia, menegaskan bahwa kriteria graduasi harus jelas agar KPM tidak dinyatakan mandiri hanya karena selesai mengikuti suatu program, tetapi harus benar-benar mampu mempertahankan kesejahteraannya.

Baca juga:

Peran Pemerintah Daerah dan Organisasi Terkait

Keberhasilan strategi graduasi juga bergantung pada keterlibatan aktif pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah sesuai kebutuhan KPM. Transformasi pengentasan kemiskinan perlu dimulai dengan pemahaman tepat terhadap permasalahan sistem serta penentuan intervensi yang sesuai.

Wakil Menteri Sosial menyebutkan bahwa transformasi ini merupakan percepatan revolusi dalam upaya pengentasan kemiskinan, yang harus didukung oleh sinergi berbagai pihak.

Menuju Kemandirian Keluarga Penerima Manfaat

Strategi graduasi yang dikaji oleh Kemensos dan BRAC memberikan kerangka kerja baru dalam pemberdayaan sosial di Indonesia. Dengan pendampingan yang intensif dan terukur, diharapkan KPM dapat melewati tahap-tahap peningkatan kesejahteraan dan akhirnya mandiri, sehingga tidak kembali mengalami kemiskinan setelah program selesai.

Baca juga:

Kajian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat program bansos dan pemberdayaan untuk mencapai tujuan utama pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan di Indonesia.