Media Kampung, Jakarta – LaLaLa Fest 2026 yang akan digelar pada 22–23 Agustus di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dipersiapkan sebagai lebih dari sekadar festival musik. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa festival ini harus menjadi ruang kolaborasi dan pertemuan pelaku industri kreatif dari berbagai negara, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Dalam audiensi dengan penyelenggara LaLaLa Fest yang berlangsung di Autograph Tower, Jakarta, Irene Umar menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman yang memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif Indonesia, tidak hanya hiburan musik semata. Festival ini diharapkan mampu memberikan kesan mendalam bagi delegasi internasional dan memperluas jejaring industri musik nasional di tingkat global.
Dukungan pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Ekonomi Kreatif meliputi penguatan promosi, penyambutan delegasi internasional, serta koordinasi lintas subsektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, dan moda. Sinergi ini bertujuan agar dampak ekonomi festival terasa lebih luas dan berkelanjutan.
LaLaLa Fest yang telah memasuki dekade pertamanya sejak 2016, kini berkembang menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan musisi, promotor, label rekaman, dan pelaku industri musik dari berbagai negara. Tahun ini, festival menggandeng Taiwan Beats dengan mengundang sekitar 50 delegasi industri musik Taiwan untuk sesi jejaring dan business matching, guna mendorong pertukaran talenta dan promosi karya musik Indonesia di pasar global.
Direktur Utama PT Indo The Nusantara, Donny Heru, mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif serta berbagai masukan untuk penyelenggaraan LaLaLa Fest 2026. Ia berharap kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah festival musik internasional dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pelaku industri musik nasional dengan mitra dari berbagai negara.
Selain itu, audiensi juga membahas pembentukan Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA), sebuah wadah kolaborasi antarpenyelenggara festival musik di kawasan Asia Pasifik. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri musik regional secara berkelanjutan dan meningkatkan pertukaran budaya antarnegara.
Dengan persiapan matang dan dukungan lintas sektor, LaLaLa Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan musik, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi kreatif yang memperkuat jejaring internasional dan membuka peluang bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk berkembang di kancah global.














Tinggalkan Balasan