Media Kampung, Bandung – Penyanyi Bilal Indrajaya mengungkapkan bahwa Koes Plus adalah salah satu alasan terpenting dirinya terjun ke dunia musik. Saat tampil di The Papandayan Jazz Festival 2026, ia menyampaikan betapa besar pengaruh grup musik legendaris ini dalam perjalanan kariernya sebagai musisi dan penulis lagu.

Bilal mengaku sudah mengenal karya-karya Koes Plus sejak kecil. “Kalau ditanya band idola saya, pasti saya bilang Koes Plus dan Koes Bersaudara,” ujarnya saat membawakan beberapa lagu ikonik dari band tersebut. Ia juga mengagumi karya-karya Tonny Koeswoyo, yang menurutnya memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu.

“Lagu-lagu Koes Plus, gubahannya Tonny Koeswoyo tuh nggak ada yang nggak asik, semuanya manis,” tambah Bilal. Ia menegaskan bahwa tanpa kehadiran Koes Plus, mungkin ia tidak akan menjadi musisi, penulis lagu, atau penyanyi seperti sekarang. “Kalau nggak ada Koes Plus, saya nggak jadi musisi, saya nggak jadi penulis lagu, saya nggak jadi penyanyi. True story,” tuturnya.

Pengalaman mendengarkan Koes Plus juga memberinya keberanian untuk mulai menciptakan lagu-lagu sendiri saat remaja. Dalam penampilannya, Bilal membawakan lagu-lagu seperti “Andaikan Kau Datang”, “Kisah Sedih di Hari Minggu”, hingga “Dheg-dheg Plas”.

The Papandayan Jazz Fest 2026, yang berlangsung pada 3-4 Oktober, merayakan tahun ke-11 penyelenggaraannya. Festival ini mengusung tema ‘Sound to the Soul’ dan menghadirkan berbagai program jazz serta kolaborasi eksklusif dengan musisi ternama Indonesia. TPJF 2026 akan menampilkan banyak musisi, termasuk Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, dan banyak lagi, di enam area festival yang berbeda di The Papandayan Hotel Bandung.