Media KampungDefisit neraca dagang Indonesia pada Juni 2026 mengalami penurunan signifikan seiring dengan peningkatan nilai ekspor nonmigas. Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni mencapai USD 24,39 miliar, naik 8,68 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.

Kondisi Neraca Perdagangan Juni 2026

Surplus perdagangan nonmigas pada Juni tercatat sebesar USD 3,04 miliar, yang membantu mempersempit defisit neraca perdagangan total (migas dan nonmigas) menjadi USD 0,45 miliar, lebih rendah dibandingkan defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Total ekspor Indonesia, termasuk migas dan nonmigas, naik 9,72 persen menjadi USD 25,46 miliar pada Juni dengan volume ekspor mencapai 56,52 juta ton, meningkat 3,31 persen dari bulan sebelumnya.

Baca juga:

Faktor Penyebab Defisit dan Upaya Pemerintah

Kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz menjadi salah satu penyebab utama defisit neraca perdagangan, khususnya pada sektor migas. Harga minyak yang pada Februari 2026 berada di kisaran USD 60-65 per barel, melonjak hingga melampaui USD 100 per barel pada April-Mei 2026. Kenaikan ini berdampak pada nilai satuan impor per ton, yang meningkat signifikan dari USD 689 per ton pada Maret menjadi USD 869 per ton pada Juni untuk migas, dan dari USD 968 menjadi USD 1.081 per ton untuk nonmigas.

Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa kenaikan nilai impor per ton sebesar 14,24 persen dari Maret ke Juni ini menjadi faktor utama meningkatnya nilai impor, sehingga defisit neraca perdagangan migas juga membesar. Namun, surplus perdagangan nonmigas yang terus tumbuh berhasil menyeimbangkan kondisi neraca secara kumulatif.

Baca juga:

Strategi Peningkatan Ekspor

Pemerintah melalui Kemendag terus mendorong peningkatan ekspor dengan mengoptimalkan program perluasan pasar ekspor dan pencetakan eksportir baru, termasuk pelaku UMKM. Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian dagang dengan berbagai negara mitra, sementara 2 perjanjian sedang dalam proses ratifikasi dan 13 lainnya dalam tahap perundingan.

Dukungan juga diberikan melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara untuk meningkatkan akses pasar ekspor. Upaya ini diharapkan mampu menjaga surplus neraca perdagangan nonmigas dan mengurangi defisit secara keseluruhan di tengah tantangan harga minyak dunia.

Baca juga:

Perkembangan Kumulatif dan Prospek Ekonomi

Secara kumulatif, total ekspor Indonesia pada Januari hingga Juni 2026 mencapai USD 140,81 miliar, meningkat 4,13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Neraca perdagangan tetap mencatat surplus sebesar USD 3,58 miliar, yang ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 19,35 miliar, meskipun perdagangan migas masih mencatat defisit sebesar USD 15,77 miliar.

Perkembangan ini mencerminkan perbaikan kinerja ekspor yang menjadi kunci memperbaiki neraca dagang di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah terus berkomitmen memperkuat daya saing produk ekspor dan memperluas akses pasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.