Media Kampung – Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua untuk tahun 2026 di wilayah Jawa Barat sejak April lalu, dengan target penyelesaian penyaluran pada akhir Juni. BPNT merupakan program jaring pengaman sosial yang disalurkan melalui rekening bank Himbara dan PT Pos Indonesia untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa proses penyaluran tahun ini lebih cepat dibandingkan sebelumnya, berkat percepatan sinkronisasi data penerima manfaat yang kini dilakukan setiap tanggal 10 di awal triwulan. “Setiap tanggal 10 kami menerima hasil pemutakhiran data, yang menjadi acuan penyaluran bantuan sosial setiap bulannya,” ujar Saifullah.

Penyaluran BPNT di Jawa Barat menggunakan dua mekanisme. Pertama, dana ditransfer langsung ke rekening penerima yang terhubung dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui bank Himbara. Kedua, bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses perbankan terbatas, pencairan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

BPNT sendiri dirancang untuk membantu keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam 25 persen terbawah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Manfaat utama program ini adalah meringankan beban pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan, menyediakan makanan bergizi seimbang, serta meningkatkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Masyarakat yang ingin memeriksa status penerima BPNT dapat melakukannya dengan mudah melalui situs resmi Kemensos. Cukup mengakses cekbansos.kemensos.go.id, memasukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP, kemudian mengikuti prosedur verifikasi yang tersedia. Langkah ini membantu memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat diterima oleh yang berhak.

Penyaluran BPNT merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus memperkuat perlindungan sosial. Dengan mekanisme digital dan keterlibatan bank serta PT Pos Indonesia, diharapkan distribusi bantuan menjadi lebih efisien dan transparan.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa penyaluran BPNT di Jawa Barat tahun ini lebih cepat dan terstruktur, menandai kemajuan dalam tata kelola bantuan sosial. Pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran data secara berkala agar program dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih akurat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.