Media KampungPemerintah Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji dan petugas untuk meningkatkan kepedulian terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Imbauan ini muncul menyusul meninggalnya seorang jemaah haji Indonesia yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah, Moh. Hasan Afandi, menegaskan pentingnya saling peduli antarjemaah dan petugas agar risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan dapat diminimalisasi. Hasan mengingatkan agar segera menyapa dan mengecek kondisi jemaah yang terlihat kebingungan atau berjalan sendiri, dan jika mereka membutuhkan bantuan, langsung mengantarkannya ke petugas atau pos layanan terdekat.

Hasan juga mengingatkan agar jemaah tidak membiarkan sesama jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus. “Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Kementerian pada Jumat, 22 Mei 2026.

Kasus hilangnya jemaah haji Indonesia, Muhammad Firdaus (72), asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede, menjadi latar belakang imbauan ini. Berdasarkan rekaman CCTV, Firdaus diketahui berjalan meninggalkan hotel sendirian sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Pemerintah segera mengerahkan tim pencarian dan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk menemukan almarhum.

Hasan menyampaikan duka cita atas wafatnya Muhammad Firdaus dan mengapresiasi kerja sama keluarga almarhum, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, otoritas dan pihak rumah sakit Arab Saudi, serta petugas haji yang terlibat dalam pencarian. Pemerintah juga akan menyiapkan badal haji yang akan dilakukan oleh petugas haji sebagai bagian dari penyelenggaraan ibadah haji bagi almarhum.

Pemerintah menegaskan bahwa petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi seluruh jemaah selama berada di Tanah Suci. Oleh karena itu, jemaah yang membutuhkan bantuan diimbau untuk tidak ragu menyampaikan kepada petugas agar mendapatkan pelayanan yang optimal.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sikap saling peduli dan pengawasan ekstra dalam mendampingi sesama jemaah, khususnya mereka yang rentan, agar perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan aman. Peningkatan kepedulian antarsesama diyakini dapat mengurangi kejadian tersesat atau kehilangan kontak dengan rombongan selama melaksanakan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.