Media Kampung – Zoom Communications berhasil melampaui ekspektasi pasar dengan melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama yang lebih tinggi dari perkiraan, sekaligus menaikkan proyeksi tahunan dan menambah otorisasi pembelian kembali saham sebesar 1 miliar dolar AS. Kinerja ini menunjukkan posisi kuat Zoom dalam menghadapi persaingan dan dinamika pasar teknologi komunikasi video.

Pada kuartal yang berakhir 30 April 2026, Zoom mencatat pendapatan sebesar 1,239 miliar dolar AS, meningkat 5,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang disesuaikan mencapai 1,55 dolar AS per saham, naik dari 1,43 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu, melebihi perkiraan analis yang memperkirakan pendapatan 1,22 miliar dolar AS dan laba 1,42 dolar AS per saham.

Perusahaan juga membukukan pendapatan bersih sebesar 425,7 juta dolar AS, naik tajam dari 254,6 juta dolar AS pada kuartal pertama tahun sebelumnya. Margin operasi yang semakin lebar menjadi 25,1% dari sebelumnya 20,6%, sementara margin operasi yang disesuaikan naik menjadi 41,1% dari 39,8%. Pendapatan dari segmen enterprise, yaitu pelanggan korporat yang menjadi fokus utama Zoom pasca pandemi, naik 7% menjadi 755,7 juta dolar AS.

Zoom melaporkan peningkatan jumlah pelanggan enterprise dengan pendapatan lebih dari 100.000 dolar AS dalam 12 bulan terakhir, yang mencapai 4.534 pelanggan atau naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat ekspansi pendapatan bersih untuk pelanggan enterprise juga meningkat menjadi 99% dari 98%.

Sementara itu, pendapatan dari bisnis online yang melayani langsung konsumen tumbuh 2,8% menjadi 483,3 juta dolar AS, meski tingkat churn rata-rata bulanan sedikit meningkat menjadi 3% dari 2,8% tahun lalu. CEO Zoom, Eric S. Yuan, mengaitkan pertumbuhan ini dengan adopsi fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas di platform mereka.

Yuan menyebutkan, pengguna berbayar dari asisten AI Zoom, AI Companion, tumbuh 184% secara tahunan. Fitur catatan otomatis berbasis AI, My Notes, yang baru diluncurkan empat bulan lalu, sudah digunakan oleh 1,5 juta pengguna berlisensi. “Pelanggan semakin mengandalkan Zoom sebagai sistem kerja berbasis AI untuk kebutuhan modern,” ujar Yuan dalam rilis keuangan perusahaan.

Zoom juga melaporkan arus kas bebas sebesar 500,5 juta dolar AS, naik dari 463,4 juta dolar AS tahun sebelumnya. Posisi kas, setara kas, dan surat berharga pasar perusahaan mencapai 7,7 miliar dolar AS pada akhir kuartal.

Dewan direksi Zoom memberi otorisasi tambahan pembelian kembali saham kelas A senilai 1 miliar dolar AS, di atas sisa otorisasi sebelumnya sebesar 625 juta dolar AS per 30 April. Selama kuartal tersebut, perusahaan telah membeli kembali saham senilai 361,7 juta dolar AS.

Untuk kuartal kedua fiskal, Zoom memproyeksikan pendapatan antara 1,265 hingga 1,270 miliar dolar AS dan laba bersih disesuaikan per saham antara 1,45 hingga 1,47 dolar AS. Angka-angka ini menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap kelanjutan pertumbuhan, terutama didukung oleh inovasi AI yang terus dikembangkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.