Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, dengan penguatan signifikan di level 6.162. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan saham-saham sektor energi dan bahan dasar, termasuk saham MDKA yang mencatat kenaikan harga terbesar hari itu.

Setelah sempat melemah hingga posisi 5.966 pada sesi awal perdagangan, IHSG berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan. Penguatan sebesar 1,10 persen atau 67,11 poin ini juga diikuti oleh mayoritas saham unggulan dalam indeks LQ45 yang naik 0,66 persen ke level 620,44.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 40,28 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp21,56 triliun. Frekuensi perdagangan menyentuh angka 1,97 juta kali, dengan 449 saham menguat, 251 melemah, dan 118 stagnan. Ini menunjukkan sentimen positif yang meluas di pasar modal pada hari tersebut.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG dipicu oleh reli saham pada sektor energi dan barang dasar. Hal ini terpicu oleh rumor penundaan kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis hingga awal tahun 2027. Penundaan ini memberikan waktu transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli luar negeri untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru.

Sektor energi melonjak 6,85 persen, sedangkan sektor bahan dasar naik 4,84 persen. Sementara sebagian besar sektor mencatatkan kenaikan, sektor finansial menjadi satu-satunya yang terkoreksi sebesar 0,38 persen. Saham MDKA termasuk dalam lima besar saham dengan kenaikan tertinggi, bersama dengan TALF, PBSA, CTBN, dan DFAM, yang masing-masing naik lebih dari 24 persen.

Pergerakan positif ini juga didukung oleh kondisi pasar saham regional Asia yang menunjukkan tren penguatan, seperti indeks Nikkei Jepang yang melonjak 2,74 persen dan indeks Shanghai yang naik 0,87 persen. Kondisi ini memperkuat sentimen positif investor terhadap pasar saham Indonesia pada perdagangan hari itu.

Meski demikian, investor tetap mencermati dinamika kebijakan ekspor dan perkembangan global yang dapat memengaruhi pasar ke depan. Penguatan IHSG yang ditopang oleh sektor energi dan bahan dasar memberikan gambaran bahwa sentimen pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor fundamental dan kebijakan pemerintah terkait komoditas strategis.

Dengan penutupan di level 6.162, IHSG menunjukkan kemampuan rebound yang kuat setelah mengalami pelemahan beruntun selama beberapa hari sebelumnya. Hal ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar bahwa ada peluang perbaikan di tengah ketidakpastian pasar global dan domestik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.