Media Kampung – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperbaiki sistem transportasi menuju kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) demi memastikan kelancaran perjalanan jemaah haji Indonesia. Persiapan ini penting untuk mengatur pergerakan ratusan kloter yang akan mengikuti rangkaian ibadah haji selama di Tanah Suci.

Kepala Bidang Transportasi PPIH, Syarif Rahman, menyampaikan bahwa jadwal perjalanan telah dibuat dengan ketat dan rinci. Pergerakan pertama dari Makkah ke Armuzna dijadwalkan mulai pukul 07.00 waktu setempat. Seluruh prosedur operasi standar diterapkan agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat mengganggu jadwal ibadah.

Jemaah dihimbau agar mempersiapkan kebutuhan pribadi setidaknya enam jam sebelum keberangkatan menuju Armuzna. Selain itu, tiga jam sebelum berangkat, mereka diwajibkan mengenakan pakaian ihram sebagai tanda kesiapan menjalankan ibadah. Pada satu jam sebelum keberangkatan, seluruh jemaah harus sudah berkumpul di lobi hotel agar proses pemberangkatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Setiap maktab atau kelompok jemaah yang terdiri sekitar tiga ribu orang akan difasilitasi dengan tujuh bus Naqabah. Operasional bus dilakukan dalam tiga shift yakni pagi, siang, dan sore untuk mengatur arus jemaah secara bertahap dan rapi.

PPIH juga menjalankan dua sistem transportasi khusus saat perpindahan menuju Muzdalifah, yaitu Taradudi yang merupakan layanan shuttle bolak-balik, dan Murur yang mengatur sirkulasi kendaraan. Selain itu, jalur perjalanan dipisahkan untuk menghindari kemacetan dan kepadatan di sepanjang rute perjalanan jemaah.

Shift pertama transportasi dimulai pukul 19.00 hingga 23.00 waktu Arab Saudi dan ditargetkan melayani sekitar 160 ribu jemaah dalam tahap awal tersebut. Dalam pengaturan naik bus, prioritas diberikan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Sementara para pria diberangkatkan terakhir untuk menjaga kelancaran sirkulasi jemaah sesuai pengaturan yang telah dibuat.

Upaya penyempurnaan transportasi ini menjadi bagian dari komitmen PPIH untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala selama pelaksanaan ibadah haji. Dengan pengelolaan yang matang, diharapkan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan tertib dan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.