Media Kampung, Jakarta – TNI mengklarifikasi bahwa prajurit yang terlihat di dua tenda serta beberapa personel beruniform di lokasi tersebut berada di lahan milik Kementerian Pertahanan, bukan di area yang dikelola oleh Gerakan Reformasi Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Penempatan pasukan tersebut merupakan bagian dari tugas pengamanan dan penguasaan aset yang menjadi kewenangan Kodam Jaya.

Klarifikasi ini muncul setelah foto yang menampilkan tenda dan papan bertuliskan “dalam pengawasan Tim Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya” beredar luas di media sosial, menimbulkan spekulasi bahwa TNI menempati lahan GRIB. Brigjen Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menjelaskan bahwa sudut pengambilan gambar menyebabkan papan terlihat seolah‑olah berada dalam satu bidang dengan prajurit, padahal papan tersebut berada di lahan yang bersebelahan namun terpisah dari wilayah pertahanan.

Baca juga:

Menurut Donny, prajurit sedang melaksanakan tugas rutin pengamanan aset milik negara di atas lahan Kementerian Pertahanan RI yang berada di wilayah Kodam Jaya/Jakarta. Ia menegaskan tidak ada hubungan operasional antara kehadiran TNI dengan aktivitas GRIB Jaya, serta menolak adanya indikasi intervensi politik atau penindasan.

Baca juga:

Pernyataan resmi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran informasi yang tidak akurat dan mengurangi potensi persepsi publik yang keliru. Pihak TNI menekankan pentingnya verifikasi visual sebelum menyebarkan konten, terutama yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.

Baca juga: