Media Kampung – Ekspektasi inflasi rumah tangga di Singapura untuk satu tahun ke depan mengalami kenaikan tipis menjadi rata-rata 3,4 persen pada Juni 2026, naik dari 3,3 persen pada Maret 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian global, gangguan rantai pasok, dan kekhawatiran akan tarif baru.

Survei Singapore Index of Inflation Expectations (Sindex) yang dilakukan oleh DBS Group Research dan Singapore Management University (SMU) menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi inti, yang tidak memperhitungkan biaya akomodasi dan transportasi pribadi yang fluktuatif, juga naik ke 3,4 persen dari 3,3 persen pada kuartal sebelumnya.

Baca juga:

Faktor Pemicu Kenaikan Ekspektasi Inflasi

Dr. Taimur Baig, ekonom utama DBS, menjelaskan bahwa tahun 2026 menyaksikan rebound inflasi global yang didorong oleh kendala pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah dan permintaan dari siklus kecerdasan buatan. Dari 536 responden yang disurvei pada Juni 2026, sebanyak 87,7 persen percaya bahwa inflasi akan meningkat dalam setahun ke depan, sedikit menurun dari 88,3 persen pada Maret 2026.

Responden yang memperkirakan harga lebih tinggi, 57,8 persen menyebut ketidakpastian geopolitik dan konflik yang melibatkan Hamas, Israel, Ukraina, Rusia, dan Iran. Gangguan rantai pasok disebut oleh 14,3 persen, sementara 9,4 persen menyalahkan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang lebih tinggi, seperti tarif.

Baca juga:

Survei dan Metodologi

Survei ini melibatkan 536 responden yang mewakili berbagai rumah tangga dan penduduk Singapura. Karyawan di sektor tertentu seperti jurnalistik dan pemasaran dikecualikan untuk mencegah latar belakang profesional mereka memengaruhi respons. Dr. Baig menambahkan bahwa hasil survei menunjukkan tekanan harga yang meningkat dirasakan oleh konsumen, namun tidak ada tanda-tanda pergeseran sentimen yang tidak teratur atau merugikan terkait biaya hidup.

Kenaikan ekspektasi inflasi ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan rumah tangga Singapura terhadap prospek ekonomi global dan dampaknya terhadap daya beli.

Baca juga: