Media Kampung – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti pentingnya pengelolaan ketidakpastian ekonomi global yang terus meningkat akibat dinamika geopolitik dunia. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mampu mengantisipasi risiko sekaligus memanfaatkan peluang demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, Misbakhun mengungkapkan bahwa ketidakpastian di ranah ekonomi adalah hal yang tidak dapat dihindari, terutama ditambah dengan situasi geopolitik yang terus berubah-ubah. Ia mencontohkan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang fluktuatif sebagai ilustrasi betapa sulitnya memprediksi arah ekonomi global saat ini.

“Situasi seperti saat ini di mana Donald Trump mendukung gencatan senjata sementara Iran menolaknya, dan sebaliknya, menunjukkan betapa kompleks dan tidak menentunya kondisi global,” ujar Misbakhun. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian utama bagi para pembuat kebijakan di bidang ekonomi dan keuangan agar dapat menyusun strategi yang tepat.

Misbakhun juga menyarankan agar pemerintah fokus pada pengelolaan risiko dalam jangka pendek dan menengah. Menurutnya, kebijakan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan perencanaan jangka panjang karena perubahan global dapat terjadi secara cepat dan tak terduga. Oleh karena itu, pemahaman dan pengelolaan ketidakpastian harus diprioritaskan agar dampak negatif dapat diminimalisir.

Selain itu, Misbakhun menegaskan perlunya pemerintah membaca peluang yang muncul di tengah tekanan global. Dengan langkah yang tepat, kebijakan ekonomi bisa tetap mendorong optimisme para pelaku usaha dan investor sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.

Pernyataan Misbakhun ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan ketidakpastian global bukan hanya soal mitigasi risiko, tetapi juga bagaimana memanfaatkan kondisi yang ada sebagai peluang strategis. Hal ini menjadi penting di tengah ketidakpastian yang semakin sering terjadi akibat dinamika politik dan ekonomi internasional yang sulit diprediksi.

Dengan situasi global yang terus berubah, langkah antisipatif yang terukur menjadi kunci bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Misbakhun menegaskan bahwa para pembuat kebijakan harus sigap dan adaptif dalam menghadapi tantangan ini agar dampak ketidakpastian global tidak berujung pada ketidakstabilan ekonomi domestik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.