Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, dengan posisi terkoreksi di level 6.352,20 atau turun sekitar 0,48 persen dari penutupan sebelumnya.

Pada sesi pagi ini, tercatat volume perdagangan mencapai 3,62 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,74 triliun. Secara teknikal, IHSG diprediksi masih berada di bawah tekanan dengan area support di angka 6.322 dan resistance pada level 6.635.

Tekanan pada pasar saham domestik ini dipengaruhi oleh pergerakan negatif saham utama di bursa Wall Street yang melemah selama tiga hari berturut-turut. Lonjakan imbal hasil obligasi dan ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang menekan indeks S&P 500 dan NASDAQ pada Selasa, 19 Mei 2026.

Philip Sekuritas menjelaskan bahwa kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan inflasi yang dapat mendorong The Fed menambah suku bunga menjadi salah satu alasan pelemahan saham, terutama saham sektor teknologi dan yang berhubungan dengan kecerdasan buatan.

Selain itu, bursa saham di Asia juga mengalami tekanan serupa dengan indeks-indeks seperti KOSDAQ, Topix, Nikkei 225, Straits Times, Hang Seng Hong Kong, dan Shanghai Composite yang dibuka di zona merah.

Namun, hingga pukul 09.43 WIB, IHSG menunjukkan penguatan sebesar 37,61 poin ke level 6.408. Analis memperkirakan adanya peluang penguatan secara teknikal dalam jangka pendek.

Pasar juga menantikan pidato Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2027. Pidato ini biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan dan menjadi salah satu perhatian pelaku pasar.

Sementara itu, investor juga mengantisipasi keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini, yang menurut konsensus diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah.

Data pertumbuhan kredit pada April 2026 juga menjadi sorotan dengan estimasi kenaikan tahunan sebesar 9,7 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di bulan Maret yang tercatat 9,49 persen.

Berbagai sentimen global dan domestik ini menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini dan akan terus menjadi perhatian investor dalam beberapa waktu ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.