Media KampungIndustri manufaktur Indonesia mencatat pertumbuhan 5,04% YoY pada kuartal I 2026, menjadikannya kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pro‑industri, sambil menegaskan pentingnya perlindungan pekerja domestik.

Menperin menambahkan, “Kinerja industri manufaktur tetap solid karena adanya permintaan yang meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.” Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (6/5).

Data BPS menunjukkan kontribusi sektor manufaktur pada kuartal I 2026 mencapai 1,03% terhadap total pertumbuhan ekonomi, tertinggi dibandingkan sektor perdagangan, pertanian, dan konstruksi.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tetap berada di zona ekspansi sepanjang tiga bulan pertama 2026, dengan nilai 54,12 pada Januari, 54,02 pada Februari, dan 51,86 pada Maret.

Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) tercatat 51,37 pada kuartal I, menandakan mayoritas pelaku industri berada dalam fase ekspansi produksi dan permintaan.

Subsektor makanan dan minuman tumbuh 7,04% berkat lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri serta peningkatan produksi beras.

Industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan tertinggi 10,35% akibat permintaan global untuk komponen elektronik dan baterai.

Segmen kimia, farmasi, dan obat tradisional juga naik 7,41% berkat peningkatan produksi untuk pasar domestik dan ekspor.

Pemerintah menyiapkan stimulus dan insentif yang ditargetkan, serta kebijakan perlindungan industri untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Menperin menekankan strategi meningkatkan rasio ekspor manufaktur, dengan target memperbesar pangsa ekspor tanpa mengurangi penyerapan pasar domestik, demi meningkatkan utilitas produksi dan penciptaan lapangan kerja.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.