Media Kampung – 18 April 2026 | Harga emas Antam pada Jumat, 17 April 2026 turun Rp 20.000 per gram menjadi Rp 2.868.000 per gram, menandai penurunan signifikan dalam minggu ini.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di Rp 2.888.000 per gram, mencerminkan penurunan sebesar 0,69 persen dalam satu hari.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan tambang milik negara, menjadi referensi utama bagi investor ritel dan institusi dalam menentukan nilai emas batangan di pasar domestik.
Pada hari yang sama, harga emas UBS dan Galeri 24 juga mengalami penurunan, masing-masing berada di kisaran Rp 2.860.000 dan Rp 2.855.000 per gram, memperkuat tren penurunan harga emas di Indonesia.
“Kami mengamati dinamika pasar dan menyesuaikan kebijakan penjualan secara hati-hati,” kata Joko Santoso, juru bicara PT Antam (Persero) Tbk, menambahkan bahwa faktor eksternal berperan penting dalam pergerakan harga.
Penurunan tersebut selaras dengan penurunan harga emas dunia yang diperdagangkan dalam dolar AS, dimana harga spot emas pada Jumat dipatok di sekitar US$1.940 per troy ounce, turun dari US$1.960 pada hari sebelumnya.
Kurs rupiah terhadap dolar AS juga mengalami penguatan ringan, menguat sebesar 0,2 persen menjadi Rp 15.350 per dolar, yang secara tidak langsung menurunkan nilai emas dalam mata uang lokal.
Investor ritel yang biasanya membeli emas Antam sebagai sarana lindung nilai inflasi kini menghadapi keputusan strategis, antara menahan aset atau menjual pada harga yang lebih rendah.
Pedagang logam mulia di bursa Jakarta mencatat peningkatan volume transaksi jual pada sesi pagi, menandakan adanya tekanan jual dari pelaku pasar yang merespons data ekonomi global.
Beberapa analis menilai bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat yang mengarah pada kenaikan suku bunga jangka pendek turut menekan permintaan emas, karena alternatif investasi berbasis obligasi menjadi lebih menarik.
Dalam jangka menengah, para ahli memperkirakan harga emas Antam dapat kembali stabil jika volatilitas dolar AS mereda dan permintaan domestik tetap kuat.
Pemerintah melalui Bank Indonesia juga memantau fluktuasi harga emas sebagai indikator stabilitas keuangan, meski tidak ada intervensi langsung dalam pasar logam mulia.
Data resmi yang dirilis oleh PT Antam pada sore hari menunjukkan bahwa stok emas batangan di gudang Antam tetap cukup, dengan persediaan sekitar 15.000 kilogram, menjamin ketersediaan bagi pasar.
Seiring dengan penurunan harga, beberapa perusahaan e‑commerce yang menjual emas Antam meluncurkan promosi diskon untuk menarik pembeli, menambah dinamika pasar ritel.
Dengan perkembangan ini, para pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan harga emas secara real time, mengingat faktor eksternal seperti nilai tukar, suku bunga, dan geopolitik dapat mengubah arah tren dengan cepat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan