Media Kampung – Indeks Manufaktur PMI HBL yang disusun oleh S&P Global menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manufaktur pada Mei 2026, dengan nilai indeks naik menjadi 50,9 dari 49,9 pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandai pertumbuhan dalam aktivitas sektor manufaktur, didukung oleh peningkatan pesanan baru, termasuk pesanan ekspor yang tumbuh paling cepat sejak Februari 2025 berkat meningkatnya kepercayaan di pasar internasional.

Meski demikian, perbaikan ini tidak sepenuhnya menggembirakan karena tekanan stagflasi mulai muncul akibat ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi produksi secara keseluruhan tetap stagnan, karena kenaikan biaya bahan baku dan keterlambatan pasokan berhasil mengimbangi peningkatan pesanan. Selain itu, pasar tenaga kerja mengalami penurunan dengan penurunan jumlah pekerja selama bulan berturut-turut, mencerminkan permintaan yang lebih lemah dalam sektor ini.

Pengeluaran untuk pembelian bahan baku juga menurun secara signifikan, mencapai tingkat terendah sejak Oktober 2025. Hal ini menunjukkan bahwa para produsen lebih memilih mengurangi persediaan yang ada daripada membeli bahan baku dengan harga tinggi. Kepala Ekuitas dan Riset HBL, Humaira Qamar, menyoroti penurunan kepercayaan bisnis terhadap output masa depan yang telah terjadi selama enam bulan berturut-turut dan mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Qamar menekankan bahwa tekanan inflasi yang terus berlanjut dan tingginya biaya bahan baku menjadi risiko utama bagi prospek manufaktur. Meskipun PMI menunjukkan angka di atas ambang batas 50,0, penurunan sentimen tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan stabilisasi aktivitas manufaktur di tengah tantangan global yang semakin berat. Kebijakan moneter menjadi sumber ketidakpastian utama, terutama karena Bank Sentral Pakistan telah mengambil langkah pengetatan kebijakan sebagai tindakan antisipatif. Perkembangan situasi di Timur Tengah akan menjadi faktor penentu kebijakan suku bunga selanjutnya.

Dalam konteks ini, keterlambatan publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi kendala bagi pengambil kebijakan dan investor dalam membuat keputusan tepat waktu. Meski PDB merupakan indikator utama kesehatan ekonomi, keterlambatan data membuatnya kurang efektif untuk analisis real-time. Sebagai alternatif, Indeks Manajer Pembelian (PMI) menawarkan indikator utama yang lebih cepat dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang aktivitas ekonomi saat ini serta memudahkan perbandingan antarnegara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.