Media Kampung – Majelis Ulama Indonesia (KHGT) menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, memberikan kepastian tanggal penting bagi umat Islam di tanah air.

Pembukaan bulan Zulhijah menandai dimulainya rangkaian ibadah haji, wukuf di Arafah, serta puasa Arafah sebelum Iduladha.

Penetapan ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang mengacu pada fase bulan baru serta posisi matahari relatif terhadap bumi.

K.H. Maulana Yusuf, Ketua KHGT, menyatakan bahwa metode ini memastikan akurasi tinggi dan konsistensi dengan standar internasional.

Penggunaan data observasi dari lembaga antariksa nasional memperkuat validitas penetapan tanggal tersebut.

Umat Muslim di Indonesia dapat mempersiapkan perjalanan haji dengan jadwal yang lebih terkoordinasi, mengingat tanggal wukuf di Arafah biasanya jatuh satu hari sebelum 9 Zulhijah.

Dengan kepastian ini, para calon jamaah haji dapat menyesuaikan visa, tiket, serta akomodasi sesuai dengan kalender resmi.

Selain itu, tanggal Iduladha yang dirayakan pada 10 Zulhijah 1447 H kini dapat diprediksi secara pasti, memudahkan penyelenggaraan takbir keliling dan zakat fitrah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan mengeluarkan surat keputusan resmi yang selaras dengan penetapan KHGT.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang menekankan pentingnya sinkronisasi antara otoritas keagamaan dan ilmiah.

Di daerah-daerah dengan populasi Muslim mayoritas, seperti Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, masjid-masjid akan menyesuaikan jadwal sholat dan pengumuman tanggal penting.

Para ulama lokal diharapkan menyampaikan informasi ini kepada jamaah melalui ceramah, media sosial, dan buletin keagamaan.

Kepastian tanggal juga berdampak pada sektor ekonomi, terutama industri travel, perhotelan, dan perdagangan makanan halal.

Penjual kurma, pakaian ihram, dan perlengkapan ibadah dapat menyiapkan stok sesuai perkiraan permintaan.

Data historis menunjukkan bahwa penetapan tanggal yang tepat mengurangi potensi kerumunan dan meningkatkan keselamatan jamaah.

Otoritas kesehatan juga dapat merencanakan layanan medis di tempat-tempat suci dengan lebih efisien.

Secara sosial, masyarakat dapat menyusun program edukasi tentang nilai-nilai spiritual Zulhijah dan Iduladha.

Beberapa universitas Islam berencana mengadakan kuliah umum mengenai sejarah dan makna Zulhijah dalam konteks kontemporer.

Media nasional telah melaporkan keputusan ini, menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga.

Seiring mendekatnya hari tersebut, umat di seluruh Indonesia diharapkan memanfaatkan kepastian ini untuk memperkuat ibadah, solidaritas, dan persiapan logistik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.