Media Kampung – Banyuwangi kembali menjadi kabupaten dengan Kinerja Tinggi dan meraih peringkat pertama dalam kategori kabupaten berkinerja tinggi se-Indonesia menurut penilaian Kemendagri.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Upacara Hari Otonomi Daerah XXX tahun 2026 di Plaza Kementerian Dalam Negeri Jakarta, dipimpin Wakil Menteri Bima Arya Sugiarto pada 27 April 2026.
Penilaian didasarkan pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang menilai 606 indikator meliputi berbagai aspek pembangunan dan layanan publik.
Indikator mencakup pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan, transparansi keuangan, pelestarian lingkungan, serta inovasi daerah.
‘Para kepala daerah yang hadir hari ini telah menunjukkan di balik retorika ada angka dan indikator yang memiliki makna terkait kinerja pemerintahan,’ ujar Wakil Menteri Bima Arya dalam sambutannya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri serta seluruh elemen masyarakat yang turut mendukung pencapaian ini.
Ia menegaskan bahwa program pembangunan di Banyuwangi dirancang selaras dengan agenda nasional dan kebijakan provinsi, termasuk upaya pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.
Ipuk menambahkan, ‘Kita akan terus memperkuat SDM, meningkatkan kapasitas fiskal, dan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat ke depan.’
Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi, Budi Santoso, menyebut nilai akhir Banyuwangi mencapai 3,8202, menempatkan kabupaten ini pada status Kinerja Tinggi.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi naik menjadi 75,17 pada 2025, naik dari 74,3 tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan kualitas hidup.
Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025, mencatat angka kemiskinan terendah yang pernah dicapai.
Pendapatan per kapita masyarakat meningkat menjadi Rp 67,08 juta pada 2025, naik dari Rp 62,08 juta pada 2024.
Layanan kesehatan dasar mencapai capaian maksimal, dengan pelayanan balita, ibu hamil, persalinan, dan menyusui tercapai 100 persen.
Banyuwangi juga berhasil meraih predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), menjadi satu-satunya kabupaten dengan predikat tersebut.
Prestasi ini melengkapi gelar Kabupaten Terinovatif se-Indonesia yang diberikan kepada Banyuwangi selama delapan tahun berturut‑turut sejak 2018.
Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan inovasi layanan publik.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Banyuwangi bertekad menjaga momentum perbaikan dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada warganya.
Ke depan, fokus utama tetap pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan fiskal, serta pengembangan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan