Media Kampung – Kadiskominfotik NTB menekankan pentingnya konten berbasis lokal sekaligus menggerakkan literasi energi melalui bimbingan teknis yang diadakan pada 6 Mei 2024 di Rumah Langko Mataram.

Acara tersebut diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, dengan tujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam produksi konten publik.

“Pengelolaan informasi harus berbasis data dan konteks lokal. Konten energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik.

Ahsanul menegaskan bahwa karakteristik kepulauan NTB, dengan desa‑desa terpencil dan potensi energi terbarukan yang melimpah, menuntut narasi yang kontekstual.

NTB memiliki potensi energi angin, surya, dan panas bumi yang dapat dimanfaatkan secara optimal jika masyarakat memahami manfaatnya.

“Informasi yang akurat dan relevan akan memicu kesadaran dan perilaku yang mendukung ketahanan energi,” tambahnya, menekankan pentingnya data‑driven approach.

Kualitas konten menjadi kunci, karena konten yang hanya menyampaikan fakta berhenti pada tahap pertama, sedangkan konten yang menyentuh nilai masyarakat dapat memicu aksi.

Program Desa Berdaya yang diluncurkan Pemerintah Provinsi NTB menargetkan desa‑desa sebagai pusat produksi narasi dan edukasi energi bersih.

“Ketahanan energi tidak lagi menjadi program pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan sosial. Desa menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran itu,” kata Ahsanul.

Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Nursodik Gunarjo, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam memperkuat peran komunikasi publik.

“Transformasi digital menjadikan peran komunikasi publik semakin strategis, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak kebijakan yang transparan,” ujarnya.

Gunarjo menambahkan bahwa agenda ketahanan energi nasional memerlukan konten yang jelas, relevan, dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

Bimtek ini menghadirkan narasumber seperti Yunus Saefulhak, Hermawan, Sahnam, dan Ira Mirawati, serta perwakilan Dinas Kominfo dari tiap kabupaten/kota di NTB.

Para peserta diberi panduan praktis untuk mengolah data lokal menjadi cerita yang menggugah, sekaligus memanfaatkan platform digital untuk distribusi yang lebih luas.

Harapan utama adalah agar desa‑desa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan literasi energi kepada warga secara berkelanjutan.

Setelah sesi pelatihan, peserta diminta menyusun rencana aksi konten yang akan dipublikasikan dalam tiga bulan ke depan.

Keberlanjutan program dipantau oleh Komdigi dan pemerintah provinsi, dengan target peningkatan pemahaman energi di masyarakat NTB pada akhir tahun ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.