Media Kampung – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes Ahmad Riza Patria menggelar acara CSR dan PDB Award 2026 pada Selasa, 21 April 2026, di Operational Room.

Acara tersebut menyoroti kontribusi dunia usaha dan organisasi lain dalam mendukung Rencana Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia demi tercapainya Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Yandri menekankan pentingnya peran BUMN dan sektor swasta dalam meningkatkan kepedulian desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang selaras dengan kebijakan pemerintah.

“Kami mengharapkan BUMN dan dunia usaha dapat meningkatkan kepedulian desa melalui program CSR yang terintegrasi dengan rencana pembangunan desa,” ujarnya dalam sambutan singkat.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada akhir 2025, hanya 58 persen desa yang memiliki akses listrik yang memadai.

Dengan meningkatkan investasi CSR pada energi terbarukan, BUMN dapat membantu menutup kesenjangan tersebut.

Selain listrik, akses air bersih menjadi prioritas utama yang dapat diatasi melalui kolaborasi sektor swasta.

Penerapan teknologi irigasi modern oleh perusahaan agribisnis dapat meningkatkan produktivitas pertanian di desa-desa terpencil.

Yandri menambahkan bahwa program pemberdayaan ekonomi mikro di desa harus melibatkan pelatihan keterampilan dan akses pasar.

Contoh konkret yang diusulkan adalah pendirian pusat inovasi desa yang dikelola bersama antara pemerintah dan perusahaan teknologi.

Pusat tersebut dapat menjadi inkubator bagi usaha kecil menengah yang berbasis pada sumber daya lokal.

Dalam rangka mendukung tujuan Asta Cita, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan per kapita desa sebesar 30 persen pada tahun 2030.

Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan investasi pada sektor pertanian, pariwisata desa, dan industri kreatif.

Wakil Menteri Ahmad Riza Patria menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaporan penggunaan dana CSR.

Ia menyatakan bahwa mekanisme audit independen akan diterapkan untuk memastikan akuntabilitas dana yang dialokasikan ke desa.

Selain itu, pemerintah akan menyediakan insentif fiskal bagi perusahaan yang melampaui target kontribusi kepedulian desa.

Insentif tersebut mencakup pemotongan pajak penghasilan dan prioritas dalam proses lelang proyek infrastruktur.

Sejumlah BUMN telah menyatakan komitmen untuk menambah alokasi anggaran CSR sebesar 15 persen pada tahun fiskal berikutnya.

Perusahaan tambang, energi, dan telekomunikasi menjadi fokus utama karena dampak operasional mereka yang signifikan terhadap wilayah pedesaan.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan BUMN menanyakan mekanisme evaluasi dampak sosial dari program CSR mereka.

Pemerintah menjawab bahwa indikator kinerja utama meliputi peningkatan akses layanan dasar, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan penurunan tingkat kemiskinan.

Pengukuran tersebut akan dilakukan secara berkala oleh lembaga riset independen yang ditunjuk.

Acara tersebut juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah menunjukkan inovasi terbaik dalam program CSR desa.

Pemenang pertama adalah perusahaan energi terbarukan yang berhasil membangun jaringan listrik desa berbasis panel surya di tiga kabupaten.

Keberhasilan tersebut menjadi contoh konkret bagaimana investasi swasta dapat mempercepat pencapaian target pembangunan desa.

Yandri menutup acara dengan harapan semua pihak dapat bersinergi demi mempercepat transformasi desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kepedulian desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan kewajiban bersama antara BUMN, swasta, dan masyarakat.

Situasi terkini menunjukkan peningkatan partisipasi sektor swasta dalam program pembangunan desa, namun masih diperlukan upaya lebih intensif untuk mencapai target 2045.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.