Media Kampung – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memberikan apresiasi tinggi kepada Desa Tuntang di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, yang berhasil mengoptimalkan potensi desa melalui berbagai sektor usaha produktif. Menurutnya, pengelolaan dana desa yang baik dan tepat sasaran mampu mendorong kemajuan dan kemandirian desa tersebut.

Desa Tuntang mengembangkan budidaya ikan lele dan tanaman melon yang didukung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tuntang Sejahtera. Selain itu, ketahanan pangan juga diperkuat melalui usaha ternak kambing yang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat. Berkat pengelolaan yang efektif, desa ini mampu meraih pendapatan hingga Rp1,6 miliar pada tahun 2026, yang berasal dari hasil budidaya dan sumber pendapatan lain.

Yandri menilai keberhasilan Desa Tuntang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dalam memanfaatkan dana desa sesuai dengan program Kemendes dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara kementerian dengan berbagai lembaga dan stakeholder, baik dalam maupun luar negeri, turut memperluas pasar produk desa hingga ke tingkat ekspor. Produk unggulan seperti jahe, kopi, pisang, kentang, dan bawang merah mendapat permintaan yang cukup tinggi dari 59 negara mitra.

Dana desa yang dialokasikan sebesar 20% untuk modal usaha budidaya melon, lele, dan ternak kambing terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana desa yang tepat dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan dan pemberdayaan desa. Mendes Yandri mengajak desa lain untuk meniru keberhasilan ini dengan mengembangkan potensi lokal sesuai karakteristik dan produk unggulan masing-masing desa.

Selain sektor pertanian dan peternakan, Desa Tuntang juga menyelesaikan pembangunan kantor Koperasi Desa Merah Putih. Kantor ini akan menyediakan bahan pokok kebutuhan warga setempat tanpa mengganggu kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus tumbuh di desa tersebut.

Kemajuan yang dicapai Desa Tuntang ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara maksimal dapat mendorong kemajuan desa yang berkelanjutan. Mendes Yandri optimis dengan semangat dan kerja sama yang baik, banyak desa lain di Indonesia dapat mencapai tingkat kemandirian dan kemajuan serupa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.