Media Kampung, Lumajang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus melakukan suplai air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan. Penyaluran bantuan ini dilakukan sesuai instruksi langsung dari Bupati Lumajang untuk memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan secara berkelanjutan mulai 10 Juli 2026. “Sesuai instruksi dari Bupati Lumajang, suplai air bersih pada kawasan terdampak kesulitan air bersih terus kami lakukan hingga saat ini,” ujar Isnugroho, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data BPBD, pada 10 Juli 2026 distribusi pertama difokuskan di Desa Jenggrong dengan 15 titik dropping air. Penyaluran kemudian diperluas. Pada hari ini BPBD kembali menyalurkan bantuan ke Desa Jenggrong dengan tambahan 9 titik, serta ke Desa Gucialit sebanyak 19 titik. Jumlah titik distribusi ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan tingkat kekeringan di masing-masing wilayah.
BPBD Lumajang menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan menambah armada suplai jika kebutuhan air bersih di desa lain meningkat. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan segera melapor ke BPBD atau pemerintah desa apabila mengalami kesulitan air bersih.























Tinggalkan Balasan