Media Kampung, London — Jannik Sinner berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Alexander Zverev di final, Minggu (13/7/2026). Kemenangan ini menegaskan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia dan menunjukkan evolusi permainannya yang semakin matang.

Sinner menang dengan skor 3-1 (6-4, 6-7, 6-3, 6-4) di Centre Court. Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam kelima bagi petenis Italia berusia 24 tahun itu, mendekati koleksi Carlos Alcaraz yang memiliki tujuh gelar.

Yang menarik dari kemenangan Sinner kali ini adalah variasi permainan yang ia tunjukkan. Selain pukulan baseline kencang yang menjadi ciri khasnya, Sinner kerap menggunakan drop shot, lob, dan backhand slice untuk mengecoh Zverev. Pelatihnya, Darren Cahill dan Simone Vagnozzi, memuji adaptasi ini.

“Kami melihat banyak hal yang biasanya tidak ia lakukan, seperti sliced backhand, lob, dan drop shot. Ia benar-benar tampil di momen-momen besar,” kata Cahill. Ia menambahkan bahwa evolusi permainan seperti yang dilakukan Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray di masa lalu kini mulai terlihat pada Sinner, Zverev, dan Alcaraz.

Sinner sendiri mengaku senang dengan perkembangannya. “Saya selalu mencoba menambah variasi agar tidak mudah ditebak lawan. Ini penting untuk terus bersaing di level tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Zverev yang naik ke peringkat dua dunia setelah final ini, harus mengakui keunggulan Sinner. “Dia bermain sangat baik hari ini. Saya harus belajar dari kekalahan ini,” kata Zverev.

Dengan absennya Carlos Alcaraz karena cedera pergelangan tangan, persaingan di puncak tenis dunia semakin menarik. Cahill mengingatkan bahwa Alcaraz akan kembali kuat, sehingga Sinner harus terus meningkatkan permainannya.