Media Kampung, Makassar — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk lebih aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan khas di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai penting untuk melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan perekonomian daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri Tito saat menutup rangkaian acara peringatan 46 tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertajuk “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/7/2026).

Potensi Besar yang Belum Tergarap Optimal

Menurut Mendagri, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kerajinan global. Kekayaan budaya, keberagaman suku, serta melimpahnya sumber daya alam menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar internasional.

Ia mengungkapkan, pasar kerajinan dunia masih sangat terbuka dengan nilai mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia hingga kini belum masuk dalam jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia. Padahal, dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman produk kerajinan yang sulit ditandingi.

“Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia,” ujar Tito.

Ia menambahkan, setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan hasil kerajinan yang berbeda, dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, serta ketersediaan bahan baku. Sayangnya, masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi.

Sebagai contoh, Mendagri menceritakan pengalaman memanfaatkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurutnya, potensi serupa masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Kekayaan Kerajinan Tradisional yang Mendunia

Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki kekayaan kerajinan tradisional seperti tenun yang memiliki nilai seni tinggi. Produk tersebut bahkan banyak diburu kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya. “Artinya, Indonesia kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas. Selain menjadi momentum silaturahmi jajaran Dekranas dan Dekranasda, kegiatan tersebut dinilai telah berdampak positif terhadap perekonomian daerah setempat.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, serta pejabat terkait lainnya.