Media Kampung, Batam — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim, Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy, M.M.D.S., menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Tugu Bundaran Raja Ali-Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda (YDM) V di Bundaran menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan monumen yang diharapkan menjadi ikon baru sekaligus simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Peletakan batu pertama ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan warisan sejarah para tokoh Melayu yang berperan besar dalam peradaban di Kepulauan Riau. Tugu tersebut dirancang tidak hanya sebagai landmark strategis menuju Bandara Hang Nadim, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat dan generasi muda agar lebih mengenal nilai perjuangan, kepemimpinan, dan kearifan lokal yang diwariskan para pendahulu.

Kehadiran Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan TNI AU, khususnya Lanud Hang Nadim, terhadap program pelestarian sejarah dan budaya daerah. Dukungan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen TNI AU dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga identitas budaya Kepulauan Riau.

Pembangunan Tugu Bundaran Raja Ali-Marhum Pulau Bayan YDM V diharapkan mampu memperkuat citra Batam sebagai daerah yang tidak hanya berkembang sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi, tetapi juga memiliki kekayaan sejarah serta budaya Melayu yang patut dijaga. Keberadaan monumen ini nantinya diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang memasuki Kota Batam melalui Bandara Hang Nadim.

Raja Ali merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pemerintahan dan kebudayaan Melayu. Penghormatan terhadap tokoh sejarah melalui pembangunan monumen dinilai menjadi langkah strategis untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Selain sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah, pembangunan tugu ini juga mendukung pengembangan ruang publik yang memiliki nilai edukatif dan estetika. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.

Melalui partisipasinya dalam kegiatan tersebut, Lanud Hang Nadim kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin erat demi menjaga kelestarian sejarah, memperkuat budaya lokal, serta menciptakan suasana yang harmonis, aman, dan kondusif di Provinsi Kepulauan Riau.