Media KampungJannik Sinner melanjutkan performa impresifnya di Rome Open dengan mencatatkan kemenangan ke-32 secara beruntun di turnamen Masters 1000, sekaligus melaju ke babak semifinal setelah menaklukkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Foro Italico, Italia, Sinner menunjukkan dominasi sejak awal dengan memecah servis Rublev di game pertama. Pemain asal Italia itu mempertahankan tekanan dengan mengendalikan pola rally dan stabil dalam servis, sehingga Rublev kesulitan mengembangkan permainan. Dengan keunggulan tersebut, Sinner berhasil menutup set pertama dengan nyaman.

Set kedua diawali dengan pola serupa, dimana Sinner kembali mendapatkan break cepat dan mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Rublev sempat memperkecil ketertinggalan dengan melakukan break, namun tidak mampu membalikkan keadaan karena Sinner terus menekan dengan servis yang akurat dan pengembalian bola yang dalam.

Kemenangan ini mengantarkan Sinner menyamai rekor unik yang sebelumnya hanya dipegang oleh Rafael Nadal, yakni menjadi pemain kedua yang mencapai semifinal di lima turnamen Masters 1000 pertama dalam satu musim. Selain itu, Sinner juga memecahkan rekor Novak Djokovic untuk kemenangan beruntun terbanyak di turnamen Masters 1000 dengan 32 kali kemenangan.

Sinner mengaku bahwa fokusnya bukan pada rekor, melainkan pada perjalanan kariernya sendiri. “Saya tidak bermain untuk rekor, saya bermain untuk cerita saya sendiri. Tapi tentu ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya setelah pertandingan. Ia juga menyebut bahwa pertandingan berikutnya akan berlangsung dalam kondisi berbeda karena akan menjadi laga malam melawan Daniil Medvedev, yang berhasil comeback dari ketertinggalan untuk mengalahkan Martin Landaluce 1-6, 6-4, 7-5 di perempat final lainnya.

Dengan dukungan penuh dari penonton lokal yang mengenakan atribut berwarna oranye sebagai ciri khasnya, Sinner berambisi mengukir sejarah sebagai petenis pria Italia pertama yang memenangkan gelar Italian Open dalam setengah abad terakhir sejak Adriano Panatta pada 1976.

Medvedev yang akan menjadi lawan Sinner di semifinal juga menunjukkan ketangguhan dengan membalikkan keadaan setelah kehilangan set pertama secara telak. Pengalamannya dalam situasi krusial menjadi kunci kemenangan penting itu dan menambah ketegangan di semifinal yang akan datang.

Dengan performa konsisten dan rekor kemenangan yang terus bertambah, Sinner dipandang sebagai salah satu calon kuat juara di Rome Open dan berpeluang besar meraih gelar Grand Slam pertamanya di French Open yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.