Media Kampung, Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia asal Serbia, kembali menunjukkan pendekatan uniknya terhadap kebugaran dengan membawa praktik ear seeding ke lapangan Centre Court Wimbledon 2026. Saat menghadapi Jannik Sinner di semifinal, Djokovic terlihat memiliki titik-titik emas kecil di telinganya, yang merupakan metode akupresur dari Pengobatan Tradisional China (TCM).
Ear seeding adalah bentuk aurikuloterapi, yaitu teknik akupresur pada titik-titik tertentu di telinga untuk merangsang penyembuhan, mengurangi kecemasan atau nyeri, menyeimbangkan pikiran dan tubuh, serta melawan kelelahan. Benih kecil yang terbuat dari emas, plastik, atau herbal ditempatkan pada titik-titik tekanan tertentu. Menurut praktisi TCM, telinga merefleksikan setiap sistem dan organ tubuh, sehingga stimulasi pada titik tertentu dapat memberikan manfaat yang ditargetkan.
Praktik ini sesuai dengan filosofi kesehatan Djokovic yang telah lama ia terapkan. Ia mengikuti diet bebas gluten dan susu, serta rutin melakukan latihan pernapasan, yoga, puasa intermiten, sauna, dan mandi es. Bahkan, ia pernah berbicara tentang memeluk pohon sebagai praktik grounding. Djokovic juga menjabat sebagai penasihat kesehatan global untuk hotel mewah Aman, merancang program pemulihan berdasarkan praktiknya sendiri.
Ini bukan pertama kalinya Djokovic membawa alat kesehatan alternatif ke lapangan. Pada Wimbledon 2023, ia mengenakan Taopatch, sebuah disc kecil di dadanya yang menggabungkan akupresur dengan terapi cahaya dan nanoteknologi, diklaim dapat membantu postur, menghilangkan nyeri, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus.
Meskipun Djokovic kalah dari Sinner di semifinal Wimbledon 2026, ia diperkirakan akan kembali dengan ear seeding di turnamen berikutnya. Sinner sendiri melaju ke final dan akan berhadapan dengan Alexander Zverev.























Tinggalkan Balasan