Media Kampung, Jember — Badan Pusat Statistik (BPS) RI menunjuk Kabupaten Jember sebagai daerah percontohan dalam implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pengembangan penyediaan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan. Keputusan ini diambil dalam pertemuan antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Penunjukan ini menjadikan Jember sebagai daerah pertama yang menjadi pilot project untuk dua program strategis BPS sekaligus. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas data sosial ekonomi dan percepatan penyusunan PDRB triwulanan.

Verifikasi Data 96.489 Keluarga Desil 1

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jember memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas data sosial ekonomi. Salah satunya adalah verifikasi lapangan terhadap 96.489 keluarga yang masuk kategori desil 1, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Menurut Fawait, verifikasi dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan sosial tetap akurat, termasuk mengecek kondisi penerima yang telah meninggal dunia maupun berpindah domisili. Pemkab Jember juga tengah merintis sistem data terpadu bantuan sosial agar setiap intervensi yang diberikan kepada masyarakat lebih tepat sasaran.

Selain itu, keluarga desil 1 usia produktif akan diarahkan mengikuti pelatihan pekerja migran sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan memperluas kesempatan kerja.

DTSEN Tindak Lanjut Inpres Nomor 4 Tahun 2025

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mengintegrasikan berbagai basis data sosial secara berkelanjutan. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga akan menjadi salah satu sumber pembaruan data dalam DTSEN.

Amalia berharap Pemkab Jember memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi, termasuk melibatkan pemerintah desa, kelurahan, hingga RT dan RW agar seluruh masyarakat dapat terdata dengan baik. “Peran RT, RW, desa, kelurahan, dan kecamatan menjadi sangat penting dalam memastikan seluruhnya sudah didata,” katanya.

Jember Jadi Percontohan PDRB Triwulanan

Selain menjadi percontohan implementasi DTSEN, Jember juga dipersiapkan sebagai daerah percontohan penyusunan data PDRB triwulanan. “Lakukan proses diskusi dalam pengumpulan data dengan pemkab. Hal ini dapat menjadi pilot project untuk perhitungan PDRB triwulanan,” tambah Amalia.

Menanggapi hal itu, Fawait menegaskan pihaknya siap memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan mendukung penyediaan data statistik sektoral melalui forum koordinasi rutin bersama BPS. “Forum koordinasi rutin antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Jember akan dilaksanakan secara berkala untuk mendukung penyediaan data statistik sektoral,” ujarnya.

Fawait berkomitmen untuk mendukung Sensus Ekonomi, melakukan pertemuan rutin, menyampaikan data pendukung, serta menyampaikan data hasil verifikasi ke BPS RI. Ia juga menyatakan kesiapan Jember menjadi percontohan untuk PDRB triwulanan.