Media Kampung, Banyuwangi — Upaya mengatasi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terus digencarkan. Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkoordinasi rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan pada Sabtu, 11 Juli 2026, untuk membahas solusi jangka pendek dan menengah.
Rapat yang digelar di ruang pertemuan ASDP Ketapang itu dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono, Pengurus Gapasdap, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organda, Dinas Perhubungan Banyuwangi, perwakilan Pemkab Jembrana, serta sejumlah instansi terkait.
Bambang Haryo Soekartono yang akrab disapa BHS mengatakan, langkah awal yang diperlukan adalah sinkronisasi antara pihak kepelabuhanan, pemerintah, dan asosiasi perusahaan pelayaran untuk mempercepat penanganan kemacetan. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa jumlah dermaga di lintasan penghubung Jawa dan Bali kurang dibandingkan jumlah kapal yang ada.
“Di lintasan Ketapang-Gilimanuk terdapat 56 kapal, namun setiap hari hanya 28 kapal yang beroperasi. Artinya, kapal yang beroperasi tidak lebih dari 50 persen dari total kapal yang ada,” jelas BHS.
Sebagai langkah antisipasi, ASDP akan meningkatkan kapasitas dermaga di dua sisi, yaitu Ketapang dan Gilimanuk. Satu pasang dermaga akan direnovasi menjadi berkapasitas 50 ton, dan secara bertahap setiap tahun akan ditambah pasangan dermaga yang ditingkatkan kapasitasnya.
Selain itu, pembangunan dermaga tambahan di Gilimanuk juga menjadi prioritas. Saat ini jumlah dermaga di Ketapang lebih banyak dibanding di Gilimanuk, sehingga diperlukan penambahan satu dermaga untuk berpasangan dengan dermaga di Ketapang, termasuk dermaga MB4 dan dermaga di Bulusan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono menambahkan, pihak ASDP telah bertemu dengan Gubernur Jawa Timur terkait rencana peningkatan kapasitas dermaga dari 35 ton menjadi 50 ton. “Tahun ini satu pasang, jadi yang di Ketapang dan pasangannya di Gilimanuk. Peningkatan akan dilakukan bertahap setiap tahun. Insya Allah tahun 2028 selesai tiga pasang menjadi kapasitas 50 ton sampai 80 ton,” ujarnya.
Nyono juga menyebutkan rencana pembangunan jembatan akses dari dermaga LCM ke dermaga Bulusan yang saat ini masih dalam proses perencanaan.
Ketua Umum DPD Gapasdap Khoiri Soetomo menegaskan, rapat kali ini merupakan action plan meeting yang langsung menuju solusi. Menurutnya, kondisi di lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan masalah luar biasa yang tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. “Di lintasan ini tidak kekurangan kapal, tetapi kekurangan infrastruktur. Setiap hari hanya 28 dari 56 kapal yang beroperasi karena keterbatasan dermaga,” tegasnya.























Tinggalkan Balasan