Media Kampung, Banyuwangi — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghilangkan ego sektoral. Arahan ini disampaikan dalam apel pagi dan pengarahan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Kamis, 9 Juli 2026.

Ipuk menegaskan bahwa ASN adalah abdi negara dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, bukan dengan saling melempar tanggung jawab. “Bapak-Ibu abdi negara, pelayan masyarakat. Maka mari kita semuanya layani Banyuwangi, layani masyarakat Banyuwangi. Apapun itu permasalahannya, tidak boleh ada yang lambat,” tegas Ipuk.

Ia juga meminta ASN lebih proaktif, termasuk melaporkan persoalan sosial seperti tumpukan sampah di jalan kepada instansi terkait. “Saya minta seluruh ASN tidak boleh ada yang acuh terhadap keluhan warga. Setiap warga wajib kita layani. Dan itu tugas kita semuanya,” sambungnya.

Selain pelayanan, Ipuk mengingatkan pentingnya kebersihan, kerapian, dan sikap ramah kepada masyarakat maupun wisatawan, mengingat Banyuwangi adalah daerah berbasis pariwisata. “Kita adalah bagian dari daerah berbasis pariwisata, maka hospitality adalah sebuah kewajiban,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif sebagai pengungkit perekonomian di tengah keterbatasan fiskal. Ipuk mengapresiasi kinerja ASN yang telah mempertahankan kinerja pemerintah daerah melalui berbagai inovasi. “Terimakasih atas pengabdian dan dedikasi bapak ibu sekalian yang telah mendukung berbagai program pemerintah daerah. Termasuk Gerakan ASN Berbagi yang berjalan selama ini,” ujar Ipuk.

Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi merupakan program yang mendorong ASN menyisihkan uang secara rutin untuk donasi sosial, seperti memberikan sembako kepada warga kurang mampu, alat tulis sekolah bagi siswa kurang mampu, serta alat bantu gerak bagi tuna netra.