Media Kampung, Banyuwangi — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi segera mengoperasikan alat komunikasi darurat atau Panic Button di kawasan bibir Kawah Ijen. Perangkat ini dipasang untuk meningkatkan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata alam tersebut.
Kepala BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, mengatakan saat ini perangkat telah terpasang di satu titik di bibir Kawah Ijen. Namun, alat tersebut belum dioperasikan secara resmi karena masih dalam tahap pengembangan.
“Perangkatnya sudah terpasang, tetapi belum kami operasikan secara resmi karena masih dalam tahap pengembangan,” ujar Dwi, Selasa 7 Juli 2026.
Panic Button memungkinkan wisatawan berkomunikasi langsung dengan petugas melalui suara dan video apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan suatu kejadian. Sistem ini menjadi solusi saat jaringan telekomunikasi tidak tersedia atau wisatawan tidak memiliki akses telepon seluler, termasuk wisatawan mancanegara.
Selain sebagai sarana komunikasi dua arah, perangkat tersebut juga dilengkapi CCTV dan pengeras suara. Petugas dapat menyampaikan pengumuman kepada wisatawan, seperti imbauan mengakhiri kunjungan, peringatan peningkatan gas vulkanik, maupun informasi keselamatan lainnya.





















Tinggalkan Balasan