Media Kampung, Tanjungpinang — Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan bahwa menurunnya kunjungan wisatawan mancing dari luar negeri dipicu oleh kendala regulasi yang menyulitkan wisatawan membawa pulang hasil tangkapan ikan. Hal ini disampaikan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Berdasarkan laporan dari pelaku usaha perjalanan wisata, banyak wisatawan, khususnya dari Malaysia, mengeluhkan proses pemeriksaan saat membawa hasil pancingan keluar dari Tanjungpinang. Akibatnya, sebagian wisatawan memilih meninggalkan hasil tangkapannya, bahkan beralih menggunakan pintu masuk di daerah lain.
“Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka membawa box hasil pancingan untuk pulang, selalu ditahan,” ujar Lis Darmansyah. Ia menambahkan, persoalan tersebut telah disampaikan oleh sejumlah agen perjalanan dari Malaysia kepada mitra travel di Tanjungpinang.
Menindaklanjuti keluhan itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bea Cukai dan Kantor Imigrasi, untuk mencari solusi yang tidak menghambat pengembangan sektor pariwisata. “Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi, kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi,” katanya.
Lis menegaskan, seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Tanjungpinang sebagai kota wisata. Menurutnya, regulasi yang lebih adaptif akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. “Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia,” pungkasnya.





















Tinggalkan Balasan