Media Kampung, Singaraja — Kebiasaan menunda pemeriksaan gigi hingga terasa nyeri masih sering dilakukan masyarakat. Padahal, langkah tersebut justru memperbesar risiko kerusakan gigi hingga memerlukan perawatan saluran akar.

Hal itu disampaikan dokter gigi drg. Jeffry Octavius dalam program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 10 Juli 2026. Menurutnya, perawatan saluran akar merupakan tindakan untuk mempertahankan gigi yang telah mengalami infeksi akibat lubang yang sudah mencapai bagian saraf.

“Perawatan saluran akar gigi adalah salah satu tindakan yang digunakan untuk mempertahankan gigi, terutama gigi yang sudah mengalami infeksi atau lubangnya sudah sangat dalam,” ujar drg. Jeffry.

Ia menjelaskan, banyak pasien baru datang ketika rasa sakit sudah sangat hebat. Padahal, apabila lubang gigi masih kecil, penanganannya cukup dengan penambalan tanpa harus menjalani perawatan saluran akar.

“Sebaiknya diperiksakan ke dokter dulu. Kalau lubangnya belum dalam, biasanya bisa langsung ditambal tanpa harus perawatan saluran akar,” katanya.

Drg. Jeffry mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga gigi terasa nyeri. Pemeriksaan lebih dini akan membuat penanganan menjadi lebih sederhana, cepat, dan biaya yang dikeluarkan pun lebih ringan. Ia juga kembali menekankan pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali sebagai upaya mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.