Media Kampung, Bandarlampung — Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, mendorong percepatan digitalisasi promosi dan penguatan infrastruktur untuk mendukung pengembangan desa wisata di Lampung. Langkah ini dinilai penting agar desa wisata semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Maulidah mengatakan desa wisata memiliki peran strategis dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan potensi daerah. Pengelolaan desa wisata yang baik juga dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, pengembangan desa wisata perlu didukung aksesibilitas yang memadai serta pemanfaatan teknologi digital. Promosi yang lebih luas akan membantu memperkenalkan destinasi wisata Lampung kepada wisatawan dari berbagai daerah.
“Pengembangan desa wisata harus didukung infrastruktur yang memadai, aksesibilitas yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital agar promosi dan pemasaran destinasi wisata dapat menjangkau lebih banyak wisatawan,” ujar Maulidah, Jumat 10 Juli 2026.
Ia menilai Desa Wisata Budaya Wana di Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu contoh potensi wisata berbasis budaya yang dapat terus dikembangkan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat pengelolaan desa wisata.
Maulidah menambahkan, pemberdayaan pelaku UMKM lokal perlu berjalan seiring dengan pengembangan desa wisata. Produk kerajinan, kuliner, hingga jasa akomodasi dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
DPRD Provinsi Lampung mendukung berbagai upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan desa wisata di seluruh kabupaten dan kota. Penguatan sektor pariwisata tersebut diharapkan mampu menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.






















Tinggalkan Balasan