Media Kampung – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mulai menyiapkan langkah hilirisasi komoditas perkebunan di Lampung setelah program peningkatan produksi beras menunjukkan hasil positif. Pelaksana Tugas Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan, mengungkapkan bahwa perhatian saat ini masih terfokus pada pencapaian target swasembada beras. Setelah target tersebut tercapai, pengembangan sektor perkebunan akan menjadi prioritas berikutnya.
Lampung memiliki sejumlah komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan melalui hilirisasi, antara lain kopi, kakao, lada, kelapa dalam, dan tebu. “Setelah swasembada beras ini kita akan fokus di hilirisasi yang perkebunan,” ujar Endro pada Minggu, 7 Juni 2026.
Hilirisasi diperlukan agar komoditas perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui pengolahan lanjutan, nilai ekonomi yang diterima petani dan pelaku usaha dapat meningkat. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah kakao, yang saat ini masih menghadapi kendala produktivitas dan kualitas hasil panen. Pemerintah mendorong peremajaan tanaman serta peningkatan kualitas pascapanen agar produk kakao memiliki nilai jual yang lebih baik.
Penguatan hilirisasi perkebunan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan petani. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing komoditas unggulan Lampung di pasar nasional maupun internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan