Media Kampung, Sidoarjo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat setelah data menunjukkan ratusan pelajar di wilayahnya terpapar HIV. Berdasarkan data Delta Crisis Center (DCC) per 1 Juli 2026, dari total 7.129 orang dengan HIV (ODHIV), sebanyak 522 di antaranya adalah anak usia sekolah dan mahasiswa.

Data tersebut merinci 13 anak dari jenjang PAUD/TK, 44 siswa SD hingga SMP, serta 465 pelajar SMA sederajat dan mahasiswa. Direktur Program Yayasan DCC, Ferry Efendi, menjelaskan bahwa penularan terjadi melalui beberapa jalur, yaitu dari ibu ke anak saat kehamilan atau menyusui, penggunaan jarum suntik narkoba, dan hubungan seksual berisiko.

Baca juga:

“HIV hanya menular melalui darah, hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, dan ASI. Karena itu, masyarakat perlu mendapat edukasi agar memahami cara penularan dan pencegahannya,” ujar Ferry, Minggu (19/7/2026).

Langkah Disdikbud Sidoarjo

Kepala Bidang Mutu Pendidikan Disdikbud Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, menyatakan keprihatinannya atas temuan tersebut. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyusun kebijakan pencegahan HIV/AIDS di seluruh satuan pendidikan.

“Kami akan memperkuat edukasi mengenai kesehatan reproduksi, memberikan pelatihan kepada kepala sekolah, guru kelas, dan guru bimbingan konseling agar mampu memberikan pendampingan kepada peserta didik yang terpapar HIV,” jelas Lilik.

Baca juga:

Disdikbud juga memastikan tidak ada diskriminasi terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik yang hidup dengan HIV. “Semua berhak memperoleh layanan pendidikan yang sama,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh Disdikbud. Lilik menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Komisi Penanggulangan AIDS, puskesmas, hingga organisasi kemasyarakatan.

Sebagai contoh, seorang siswi SMP yang diketahui positif HIV saat ini telah mendapatkan pendampingan dari sekolah bersama Disdikbud, Dinkes, dan Dinsos. Pendampingan meliputi pengawasan rutin agar menjalani terapi antiretroviral (ARV) dan terhindar dari stigma maupun diskriminasi di lingkungan pendidikan.

Baca juga:

Dengan langkah-langkah ini, Disdikbud Sidoarjo berharap angka penularan HIV di kalangan pelajar dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif bagi semua peserta didik.