Media Kampung, Ribeirão Preto – Pasien Rumah Sakit Klinis Ribeirão Preto, São Paulo, mengeluhkan kesulitan dalam mencari tempat parkir umum yang cukup dan tarif mahal di area parkir swasta kompleks rumah sakit tersebut.

Pasien melaporkan bahwa ketersediaan tempat parkir publik sangat terbatas, sehingga banyak kendaraan terpaksa diparkir di jalan-jalan sekitar atau bahkan di dalam area kampus Universitas São Paulo (USP). Parkir di area kampus ini menimbulkan risiko denda hingga R$ 293 dan pengurangan poin pada Surat Izin Mengemudi (CNH) hingga tujuh poin akibat pelanggaran.

Baca juga:

Empat penyedia parkir swasta di kompleks rumah sakit menetapkan tarif per jam antara R$ 6 hingga R$ 12. Rumah sakit menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lain dan menawarkan tarif khusus untuk masa parkir lebih dari lima jam. Namun, hal ini belum cukup meredakan keluhan pengguna.

Pada 25 Agustus 2026, sejumlah sepeda motor terpaksa digeser secara paksa karena parkir di area terlarang, sesuai peraturan yang berlaku dan ditandai dengan rambu lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca juga:

Pengelola parkir swasta, Multipark, telah dihubungi untuk memberikan penjelasan, namun hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi.

Permasalahan keterbatasan tempat parkir dan tarif yang tinggi ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi untuk memastikan kenyamanan pasien dan pengunjung Rumah Sakit Klinis Ribeirão Preto, mengingat pentingnya aksesibilitas dalam pelayanan kesehatan.

Baca juga: