Media Kampung, Palembang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Sumatera Selatan. Upaya ini juga didukung dengan penguatan pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.
Dalam dialog interaktif yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Senin, 24 Agustus 2026, Wiyagus menekankan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai faktor utama dalam memperkuat penanggulangan TB. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang erat akan meningkatkan efektivitas penanganan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Evaluasi Pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis
Wakil Mendagri menegaskan bahwa pelaksanaan TPT harus berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Untuk memastikan hal tersebut, evaluasi akan dilakukan kembali dalam tiga bulan ke depan. “Kami akan kembali ke sini pada tanggal 24 November untuk mengecek pelaksanaan TPT, apakah sudah berjalan dengan baik atau belum,” ujarnya.
Contoh Daerah dengan Kinerja Positif
Wiyagus mengapresiasi sejumlah daerah di Sumatera Selatan yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam penanggulangan TB. Kota Palembang menjadi salah satu contoh dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TB dan pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Namun, dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, baru lima daerah yang melakukan langkah serupa. Wiyagus berharap daerah yang sudah bergerak dapat menjadi model dan mendorong daerah lain untuk memperkuat upaya eliminasi TB guna mencapai target nasional dalam tiga tahun ke depan.
Peran Puskesmas dan Pendekatan pada Kontak Erat Pasien TB
Wiyagus juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam pemberian TPT. Ia menilai pendekatan terhadap kontak erat pasien TB harus dilakukan dengan lebih tegas dan edukatif agar mereka menjalani pengobatan pencegahan secara konsisten. “Pemberian TPT saat ini masih bersifat permisif, menawarkan apakah pasien mau menjalani atau tidak. Padahal, yang diharapkan adalah kewajiban bagi kontak erat untuk mengonsumsi obat tersebut,” tegasnya.
Peran Media dan Masyarakat dalam Penanggulangan TB
Selain kolaborasi antarinstansi, Wiyagus mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat untuk menjaga kesinambungan kerja sama dalam memutus rantai penularan TB. Ia juga menyoroti peran penting media dalam memperkuat edukasi masyarakat dan menghilangkan stigma negatif terhadap penderita TB. “Tuberkulosis adalah penyakit yang bisa disembuhkan dan bukan aib yang harus ditakuti. Kami berharap media dapat membantu menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat,” ujarnya.
Dialog tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Ogan Komering Ulu Timur Lanosin, Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani, Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.















Tinggalkan Balasan