Media Kampung – Masyarakat kini dapat dengan mudah mengecek status bantuan sosial (bansos) serta posisi desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2026 secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP. Pengecekan ini penting untuk memastikan kelayakan penerimaan bantuan pemerintah dan memahami kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga.

Pada Agustus 2026, penyaluran bansos masih berlangsung untuk tahap ketiga yang meliputi periode Juli hingga September. Pemerintah menyediakan layanan pengecekan bansos melalui kanal resmi Kementerian Sosial (Kemensos) yang dapat diakses dengan memasukkan NIK dan kode verifikasi. Dengan cara ini, masyarakat dapat mengetahui apakah mereka masih terdaftar sebagai penerima bantuan dari program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Baca juga:

Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek posisi desilnya dalam DTSEN 2026. Desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi, mulai dari desil 1 (kelompok dengan kesejahteraan terendah) hingga desil 10 (kelompok dengan kesejahteraan tertinggi). Data ini menjadi dasar dalam pengelompokan sosial ekonomi yang mempengaruhi akses bantuan sosial dan program pemerintah lainnya.

Pengecekan desil DTSEN dapat dilakukan secara langsung melalui situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan NIK dan tanggal lahir. Proses ini tidak memerlukan aplikasi tambahan dan dapat diakses melalui perangkat apa pun yang terhubung internet.

Baca juga:

Perlu diketahui bahwa pengelompokan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan, melainkan juga mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi yang meliputi kondisi hunian, kepemilikan aset, serta konsumsi listrik rumah tangga. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, M. Imron, menjelaskan bahwa penggunaan daya listrik PLN di atas 1.300 watt, jenis pekerjaan, serta pendapatan di atas Upah Minimum Kabupaten menjadi faktor yang mempengaruhi perubahan status desil dan penerimaan bansos.

Selain itu, Dinsos Bondowoso juga menyoroti adanya dampak dari penangguhan bantuan sosial untuk rumah tangga yang terindikasi melakukan kegiatan judi online, yang dapat memengaruhi pemeringkatan desil dan akses bantuan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat berpenghasilan sekitar Rp3 juta per bulan yang masuk dalam kategori desil tinggi, meskipun sebenarnya membutuhkan bantuan sosial dan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Baca juga:

Melalui sistem pengecekan online ini, masyarakat dapat secara mandiri memastikan data mereka tetap akurat dan mengetahui hak atas bantuan sosial. Jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dianjurkan untuk melakukan pembaruan data sesuai prosedur yang berlaku agar akses bantuan sosial tetap terjaga.

Dengan kemudahan akses dan transparansi data, program bansos dan pengelompokan sosial ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, membantu pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.