Media Kampung, Jakarta – Biaya pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta untuk rute ManggaraiDukuh Atas mengalami peningkatan dari rencana awal sebesar Rp 2,1 triliun menjadi sekitar Rp 2,7 triliun. Kenaikan anggaran ini terutama disebabkan oleh tambahan investasi pengadaan trainset sebanyak 16 unit.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa total biaya tersebut akan dibiayai melalui skema obligasi daerah yang diajukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Dana obligasi daerah yang direncanakan mencapai Rp 5,6 triliun dan juga akan digunakan untuk membiayai pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras.

Baca juga:

Kenaikan Biaya dan Sumber Pembiayaan

Awalnya, biaya pembangunan trase LRT Manggarai-Dukuh Atas direncanakan sebesar Rp 2,1 triliun. Namun, setelah mempertimbangkan kebutuhan pengadaan trainset, total anggaran membengkak menjadi Rp 2,7 triliun. Penambahan trainset ini penting untuk mendukung operasional LRT yang optimal.

Untuk menutup biaya tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah. Proses penerbitan obligasi ini telah mendapat respons positif secara prinsip dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, masih diperlukan pembahasan dan persetujuan dari kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Pramono Anung menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan melalui pengiriman surat resmi. Pemerintah pusat memberikan sinyal positif sebagai langkah awal untuk penerbitan obligasi daerah tersebut.

Baca juga:

“Kami sudah berkoordinasi dan mengirim surat kepada pemerintah pusat. Kemenko Perekonomian secara prinsip sudah memberikan tanda setuju kepada kami,” ujar Pramono.

Harapan dan Progres Proyek

Gubernur DKI Jakarta ini berharap proses penerbitan izin obligasi dapat segera rampung sehingga pendanaan proyek LRT dan pembangunan RS Sumber Waras bisa direalisasikan dengan lancar.

Proyek LRT rute Manggarai-Dukuh Atas merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan sarana transportasi massal yang terintegrasi dan modern, guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga ibu kota.

Baca juga:

Uji coba LRT Jakarta juga sudah dilakukan pada beberapa rute, termasuk Velodrome-Manggarai, sebagai persiapan menjelang peresmian dan operasional penuh layanan LRT di Jakarta.