Media Kampung, Kalimantan Barat – TNI Angkatan Udara (AU) memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4. Pesawat ini digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu memadamkan api dengan meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak.

Pesawat CASA A-2117 yang didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, berperan penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Kalimantan Barat. Selain itu, TNI AU juga mengoptimalkan kemampuan operasi udara lainnya seperti water bombing untuk memadamkan titik api secara cepat dan tepat.

Penanganan karhutla merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur dan memerlukan sinergi tinggi, terutama antara TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta aparat di lapangan. Pemerintah juga mengerahkan total 52 pesawat yang tersebar di enam provinsi dengan potensi karhutla tinggi, termasuk Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Operasi udara didukung armada helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing. Armada ini bekerja intensif untuk patroli dan pemadaman dari udara guna menekan penyebaran api dan dampak kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Selain itu, pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan yang fokus pada pemadaman darat, patroli, serta pembangunan dan pengaktifan sumur bor di wilayah prioritas. Sumur bor ini menjadi solusi krusial untuk memastikan ketersediaan air yang cukup dalam proses pemadaman, terutama di daerah lahan gambut yang rawan terbakar dan sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menggunakan pesawat CASA A-2117 termasuk penyemaian bahan semai pada awan yang memenuhi syarat teknis untuk meningkatkan peluang hujan. Di Kalimantan Barat, OMC telah dilakukan dengan sembilan sorti penerbangan, menghasilkan estimasi curah hujan yang signifikan untuk membantu pengendalian karhutla.

Dukungan armada udara ini adalah bagian dari upaya pemerintah mempercepat respons dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.